Akses Internet Meningkat Selama Ramadan

Jumat, 08 Juli 2016 – 09:24 WIB
Ilustrasi. FOTO: bca for jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 250 juta jiwa Indonesia memiliki pengguna internet yang juga tinggi. Data Kementerian Kominfo menyebutkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia pada saat ini mencapai 82 juta orang dan berada pada peringkat ke-8 di dunia. 

Pengguna internet atau netizen memang sudah terbiasa mengandalkan Google Search untuk menelusuri segala hal. 

BACA JUGA: Jonan: Setiap Tahun Jumlah Penumpang Terus Meningkat

Aktivitas ini memang tidak terbatas oleh waktu, namun ada fakta menarik selama bulan Ramadan berlangsung. 

Google Indonesia memaparkan sejumlah data traffic yang melingkupi kebiasaan para internet citizen (netizen) di Google selama bulan Ramadan. Penelusuran Google menghasilkan tren terjadinya peningkatan penggunaan internet di waktu luang pada siang hari. 

BACA JUGA: Inikah Penyakit yang Diderita Husni Kamil Manik?

Country Industry Head Google Indonesia, Henky Prihatna menuturkan, secara keseluruhan akses internet di Indonesia mengalami peningkatan saat jam 12 siang dan juga saat waktu sahur. Peningkatan akses internet ini bahkan mencapai 152 persen. 

“Peningkatan search di Google pada waktu sahur mengalami kenaikan sekitar 152 persen dibandingkan bulan biasa pada tahun lalu. Orang-orang kan memang bangun jika waktu sahur,” ucap Henky. 

BACA JUGA: Bagi Yang Gak Mau Antre Panjang, Silakan Berangkat Siang Hari

Selain itu, terdapat empat temuan yang dirangkum Google Indonesia pada presentasinya yang bertajuk "Ramadan Indonesia: Wawasan dan Rekomendasi". Sebagaimana dalam keterangan tertulis Google Indonesia, berikut beberapa kategori yang sering dicari. 

Pertama, bulan Ramadan selalu dimanfaatkan masyarakat mengisi waktu luang untuk online. 

Tercatat sebanyak 81 persen pencarian terkait Ramadan dilakukan melalui perangkat seluler atau mobile dan waktu tonton YouTube di perangkat seluler mencapai 13 persen. 

Kedua, Ramadan selalu dijadikan momen untuk memperbaiki diri. Di mana selama Ramadan, pencarian istilah terkait “perbaikan diri” mengalami lonjakan. 

“Orang Indonesia ingin tampil dan merasa lebih baik serta tetap menjaga kesehatan, sehingga penelusuran resep, produk perawatan kulit, dan busana muslim mengalami peningkatan selama bulan Ramadan,” ujarnya. 

Ketiga, Ramadan merupakan momen yang tepat untuk berbelanja. Berdasarkan data historis tahun 2015 lalu, terdapat peningkatan volume pencarian pada lima kategori belanja: pakaian (meningkat 29 persen), travel (meningkat 30 persen), smartphone (meningkat 17 persen), telekomunikasi (meningkat 19 persen), dan barang elektronik (meningkat 24 persen). 

Belanja menjadi salah satu kegiatan yang memiliki traffic yang signifikan terutama menjelang dan selama Ramadan. Momentum ini akan dimanfaatkan kalangan small and medium business atau usaha kecil dan menengah (UKM) maupun e-commerce.   

“Sebab bagi sebagian besar orang, Ramadan berarti berbelanja,” ucap Henky.

Henky bilang, dengan perkembangan adopsi smartphone dan akses internet yang semakin tinggi, terjadi pergeseran dari yang tadinya berbelanja offline, saat ini sudah online

Tidak hanya melalui website, juga didominasi oleh gawai (gadget) seperti smartphone atau tablet.

Data analisis tersebut memperlihatkan, biasanya ada kenaikan pada 1 pekan sebelum Ramadan, namun belum signifikan. Kemudian penelusuran Google pada 1 pekan awal Ramadan langsung meroket dengan tajam.

Kemudian di pekan pertengahan, biasanya penelusuran di Google agak menurun, lalu mengalami kenaikan lagi pada pekan perayaan Lebaran yang akhirnya berakhir pada traffic normal seperti semula pada 1 pekan setelah Idul Fitri.

Bukan hanya konsumen, para pebisnis pun ternyata melakukan hal yang sama pada bulan Ramadan. Para pebisnis memanfaatkan momen itu untuk memberikan promosi. Senior Manager Digital Marketing Blibli.com Tabah Yudhananto mengungkapkan, kegiatan belanja sepanjang Ramadan akan meningkat drastis. 

Salah satunya karena terdapat jenis produk yang memang dicari menjelang atau saat Ramadan saja. “Misalnya baju koko atau perlengkapan salat,” ucap Tabah.  (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hadapi Arus Mudik, Korlantas Instruksikan 5 Strategi Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler