Aksi Biadab Polisi Israel Jadi Bahan Bakar Revolusi Rakyat Palestina

Minggu, 31 Mei 2020 – 23:16 WIB
Demonstran di Ramallah, Palestina. Foto: ABC

jpnn.com, GAZA - Rakyat Palestina pada Sabtu (30/5) mengutuk kepolisian Israel yang membunuh seorang pria penyandang disabilitas mental di Yerusalem Timur.

Dalam sebuah pernyataan pers, Partai Fatah yang dipimpin oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa pihaknya menganggap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepenuhnya bertanggung jawab atas pembunuhan pria penyandang disabilitas asal Palestina itu.

BACA JUGA: Kejahatan Terbaru Polisi Israel terhadap Waga Palestina, Sungguh Biadab

"Pertama, ini tindak kejahatan nyata dan pelakunya harus diadili, serta dihukum oleh Mahkamah Pidana Internasional," sebut pernyataan itu.

Di Jalur Gaza, Juru Bicara Hamas Hazem Qassem dalam pernyataan persnya menyebut kematian pria Palestina itu sebagai pembunuhan berdarah dingin.

BACA JUGA: Palestina Berlakukan Lockdown Sepanjang Libur Idulfitri

"Kejahatan-kejahatan terhadap kemanusiaan seperti ini akan tetap menjadi bahan bakar bagi revolusi rakyat Palestina, yang akan melanjutkan perjuangan sampai tanah mereka bebas dari pendudukan," ujar Qassem.

Sebelumnya pada hari yang sama, pasukan kepolisian Israel menembak mati seorang pria "berkebutuhan khusus" asal Palestina di Kota Tua, Yerusalem Timur, setelah menduga pria itu membawa sebuah "benda yang tampak seperti pistol," menurut pernyataan polisi.

BACA JUGA: Sedang Hadapi Corona, Palestina Ogah Terima Bantuan Medis dari UEA

Namun, Israel Radio melaporkan bahwa pria Palestina itu, yang diidentifikasi sebagai Iyad Hallak (32), tidak membawa senjata dan merupakan penyandang disabilitas mental. (xinhua/ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler