Aksi Polisi Brutal di Musala, Kapolresta Temui MUI Meminta Maaf

Jumat, 28 November 2014 – 13:33 WIB
Aksi Polisi Brutal di Musala, Kapolresta Temui MUI Meminta Maaf. Foto JPNN.com

jpnn.com - PEKANBARU -- Tanpa banyak diketahui media, diam-diam Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Robert Harianto Watratan, menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau.

Kedatangan Robert dibenarkan Ketua MUI Riau, Prof.Dr Mahdini MA. Robert disebutnya datang sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (27/11). Selain menjelaskan kronologis kejadian, Robert juga disebut menyampaikan permintaan maaf atas insiden anak buahnya masuk musala masih dengan menggunakan sepatu.
 
''Kapolresta bilang kejadian itu bukan perintahnya tapi terjadi secara tiba-tiba,'' kata Mahdini MA pada Pekanbaru Pos (grup JPNN).
 
Kapolresta mengaku, situasi saat kejadian menjadi tidak terkendali. Sehingga anak buahnya tersulut emosi dan mengejar mahasiswa hingga ke dalam musala.
 
''Kapolresta memang sudah menyampaikan permohonan maaf kepada kita. Tapi kita juga meminta agar permohonan maaf ini tidak pada MUI saja. Namun, juga disampaikan kepada seluruh umat Islam. Karena, musala itu tempat suci bagi umat Islam,'' kata Mahdini.
 
Mahdini juga sempat menegur langkah Kapolresta yang langsung mendatangi MUI Provinsi. Seharusnya, Kapolresta mengunjungi MUI Kota Pekanbaru terlebih dahulu, karena kejadiannya ada di tingkat Kota. Sebagai seorang muslim, tentu kata Mahdini, permohonan maaf Kapolresta harus diterima.
 
''Kita juga tegaskan kepada Kapolresta, jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Karena ini rumah suci yang harus dihormati,'' tegas Mahdini.
 
Sementara itu Sekretaris Umum MUI Pekanbaru, Hasyim Ashari, menyayangkan Kapolrestabes tidak menemui mereka terlebih dahulu.
 
''Padahal kami sudah menunggu sejak pagi sampai Zuhur. Karena tidak kunjung datang, akhirnya kami pergi ke acara lain.Kami belum ada bertemu mereka hingga saat ini,'' kata Hasyim.(dre/kur)

BACA JUGA: Golkar Bekasi Pastikan Hadir di Munas Bali

 

BACA JUGA: Kapolda Jabar: Tangkap Perusak Pos Jaga Gedung Sate!

BACA JUGA: 1.401 Guru Agama Masih Honorer

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kena Tilang Malah Cekikikan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler