Aktivis Kompak Dukung TNI dan Polri Tindak Para Perusuh

Jumat, 24 Mei 2019 – 22:35 WIB
Massa aksi yang tergabung dalam Koalisi Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Indonesia Bersatu (Kami Bersatu) menyampaikan apresiasi ke TNI dan Polri di depan Gedung MK, Jakarta, Jumat (24/5). Foto: Aristo Setiawan/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah aktivis dari berbagai elemen memberikan dukungan kepada aparat kepolisian dan TNI untuk menindak tegas para perusuh saat aksi 21 - 22 Mei lalu.

Seruan aktivis itu disampaikan secara terpisah di Jakarta, Jumat (24/5). Mereka terdiri dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Indonesia Bersatu (Kami Bersatu), Pemuda Pancasila, dan Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Satu Bangsa.

BACA JUGA: Ketua DPR Minta Polisi Tindak Tegas Perusuh Aksi 21-22 Mei

BACA JUGA: Gerakan Satu Bangsa Desak TNI dan Polri Tindak Perongrong Eksistensi Negara Hukum

Pantauan JPNN.com, Koalisi Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Indonesia Bersatu (Kami Bersatu) dan Pemuda Pancasila mendatangi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (24/5).

BACA JUGA: Masyarakat Tidak Perlu Ambil Bagian Saat Aksi 22 Mei

Massa datang ke Gedung MK untuk memberikan dukungan terhadap kinerja prajurit TNI dan petugas Polri. Terutama, ketika prajurit TNI dan petugas Polri melaksanakan pengamanan aksi 21 dan 22 Mei 2019.

“Terima kasih dan apresiasi kami kepada aparat keamanan dari Polri dan TNI," kata Koordinator Kami Bersatu Asep Ubaidilah setelah menggelar aksi di depan Gedung MK.

BACA JUGA: Masyarakat Jangan Terprovokasi Ajakan Tokoh untuk People Power

Massa menyayangkan tindakan anarkistis yang dilakukan perusuh aksi 21 - 22 Mei 2019. Kerusuhan membuat sistem dan tatanan demokrasi menjadi tidak harmonis.

Hal senada disampaikan Inisiator Gerakan Satu Bangsa, Stefanus Asat Gusma. Gusma sapaan Stefanus Gusma sangat menyayangkan terjadinya kerusuhan di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Aksi dengan cara destruktif tersebut tidak semata mengganggu ketertiban masyarakat melainkan dimungkinkan mengganggu kedaulatan negara.

“Aparat negara baik TNI dan Polri dipersilakan mengambil tindakan tegas kepada apara perusuh sesuai aturan yang berlaku,” tegas Gusma.

Mengganggu Keamanan

Pada kesempatan itu, Asep Ubaidilah menegaskan gerakan aksi pada 21 - 22 Mei kemarin, bukanlah real kemerdekaan untuk menyampaikan pendapat di muka umum. “Aksi itu ialah gerakan yang mengganggu keamanan," ucap dia.

Asep berharap, polisi mau menindak tegas perusuh aksi 21 - 22 Mei. Setidaknya, polisi telah menangkap 257 terduga perusuh dan provokator aksi 21 - 22 Mei.

"Kami mendukung Polri dan TNI untuk menindak tegas perusuh demokrasi yang merugikan rakyat Indonesia," tambahnya.

Menurut dia, negara sudah menyediakan jalur sesuai konstitusional menyikapi hasil Pilpres 2019. Pihak yang keberatan atas hasil Pilpres 2019, bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Siapa yang mendalilkan, maka dia yang harus membuktikan. Bukan berarti malah sebaliknya, dengan membuat kerusuhan yang dilakukan oleh sekelompok pihak dan pada akhirnya masyarakat secara luas yang dirugikan," ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Sapma Pemuda Pancasila DKI Jakarta Shaquille Rekardianto mengkritik keras kerusuhan 21 - 22 Mei. Dia menyebut aksi kerusuhan bertentangan dengan semangat Pancasila.

"Kami pada dasarnya melawan gerakan di luar aturan hukum yang berlaku, pergerakan yang ingin memecah belah bangsa Indonesia, dan memecah belah Pancasila. Kami Pemuda Pancasila mendukung TNI - Polri untuk mengamankan Indonesia," ungkap Shaquille.

Iptu Suharyono, anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah yang menjaga di Gedung MK, mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari masyarakat. TNI dan Polri, kata dia, akan berupaya keras menjaga persatuan Indonesia tetap terjaga.

"Kami ucapkan terima kasih kepada lapisan masyarakat yang mendukung TNI - Polri dalam kegiatan pengamanan ini. Jangan sampai mau di adu domba oleh berbagai pihak yang menyebabkan terjadinya tidak keamanan dan kenyamaanan bangsa," ungkap dia.

Dalam kedatangannya ke Gedung MK, massa memberikan sejumlah makanan dan minuman kepada petugas Polri dan prajurit TNI. Makanan dan minuman yang diberikan itu merupakan bentuk simbolis dukungan masyarakat kepada Polri dan TNI.(mg10/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gerakan Satu Bangsa Desak TNI dan Polri Tindak Perongrong Eksistensi Negara Hukum


Redaktur : Aristo Setiawan
Reporter : Aristo Setiawan, Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler