Akulaku Beberkan Alasan Pertumbuhan Paylater Bisa Meningkat Tahun Ini

Selasa, 09 Maret 2021 – 13:12 WIB
Akulaku Finance Indonesia mengatakan pertumbuhan paylater tahun ini bisa meningkat. Foto: dok Akulaku

jpnn.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan bagian dari Akulaku Group, PT Akulaku Finance Indonesia, meyakini laju pertumbuhan pengguna paylater atau layanan pinjaman daring tanpa kartu kredit semakin meningkat di Indonesia pada 2021. 

Paylater adalah layanan keuangan yang memungkinkan konsumen membayar suatu transaksi di kemudian hari baik dengan sekali bayar atau mencicil.

BACA JUGA: Bank Mandiri Turunkan Suku Bunga Dasar Kredit, Jadi Berapa?

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan, terdapat sejumlah faktor pendukung yang dapat melanjutkan tren peningkatan adopsi paylater di era kebiasaan baru.

Menurut dia, salah satunya pergeseran kebiasaan konsumen menjadi serba digital.

BACA JUGA: Tahun Ini BRI Berpotensi Ekspansi Penyaluran Kredit

"Pandemi menjadi salah satu game changer yang mengubah berbagai kebiasaan masyarakat menjadi serba distancing dan digital, contactless, dan cashless, termasuk dalam hal mengakses layanan keuangan," ujar Efrinal melalui keterangan di Jakarta, Selasa (9/3).

Dia menuturkan, penggunaan fitur paylater Akulaku semakin diminati bukan hanya karena menjamin kemudahan dalam bertransaksi bagi masyarakat.

BACA JUGA: LPS Sebut Suku Bunga Kredit Akan Turun, Jika...

Efrinal mengatakan, paylater juga memberikan keleluasaan bagi pengguna dalam mengelola arus kas ketika menghadapi tekanan ekonomi.

Di samping itu, lanjut dia, masih cukup tingginya persentase masyarakat unbanked dan underbanked di Indonesia menjadi peluang bagi penyedia layanan paylater untuk menjangkau masyarakat luas.

Hal tersebut, kata Efrinal, juga didukung oleh tingginya penetrasi internet yang telah menjangkau hampir 75 persen populasi masyarakat Indonesia.

"Kolaborasi yang solid dengan sejumlah mitra platform e-commerce dan perbankan akan dapat mewujudkan komitmen kami untuk mencapai keuangan inklusif di Indonesia," ujar dia.

Efrinal mengakui, di tengah tantangan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Akulaku telah menghubungkan enam juta pengguna untuk memenuhi berbagai kebutuhan melalui fitur paylater terintegrasi ke berbagai platform belanja daring, seperti Bukalapak, Shopee, BliBli, Tiket, dan JD.ID.

Akulaku Finance mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan lebih dari 40 persen sepanjang 2020.

Sementara rasio Non Performing Financing (NPF) nett-nya terjaga dengan baik di level 0,05 persen.

Riset Coherent Market Insights memproyeksikan pasar paylater global dapat menyentuh USD 33,6 miliar pada 2027 dengan laju pertumbuhan sebesar 21,2 persen setiap tahun.

Sementara pasar paylater negara di Asia Pasifik dapat melaju lebih pesat karena tingginya penetrasi internet dan ponsel pintar yang dinilai dapat membawa perubahan positif pada laju pertumbuhan industri paylater. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler