Alamak! Sopir dan Kondektur Bus Trans Batam Disandera

Senin, 25 April 2016 – 03:15 WIB
Pelajar saat menumpang Bus Trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos/JPG

jpnn.com - BATUAJI - Aksi barbar oleh kelompok sopir angkutan kota (angkot) Bintang Kembar (Bimbar ) terhadap sopir Bus Trans Batam kembali terjadi. 

Setelah menganiaya sopir Bus Trans Batam belum lama ini di Batamcenter, aksi serupa kembali terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Batuaji, Batam, Kepri, persisnya depan pasar Fanindo, Jumat (22/4). 

BACA JUGA: Duh… Kasihan, Pencaker Menangis Lantaran Tak Lolos Tes

Bobi, sopir Bus Trans Batam bernomor 204 jurusan Batuaji-Batamcenter, bersama juru tiketnya (kondektur), Jihan, disandera sekelompok sopir angkot jenis Bimbar, tak jauh dari gedung sekolah MAN 1.

Bobi dan Jihan disandera selama tiga jam sebelum dibebaskan oleh kepolisian Polresta Barelang. Keduanya disandera di pingggir jalan depan sekolah MTS, Seibinti, Sagulung.

BACA JUGA: Sumanto Tak Menakutkan Lagi, Mau Bukti?

Informasi yang diperoleh, aksi penyendaraan itu terjadi saat Bus Trans Batam yang dikemudikan Bobi, berhenti di halte sebelum lampu merah simpang Fanindo sekitar pukul 18.00 WIB. 

"Saat berhenti, tiba-tiba banyak orang datang (kelompok sopir angkot). Mereka langsung mencabut kunci kontak bus," kata staf operasional Perum Damri selaku operator bus Trans Batam, Surung Togi Pakpahan di pool perum Damri, Tanjunguncang, seperti dikutip dari batampos.co.id (24/4).

BACA JUGA: Langit Terasa Akan Runtuh

Tanpa banyak tanya, Bobi dan Jihan langsung digiring keluar bus dan dibawa ke lokasi di depan MAN I Batam jalan masuk ke Seibinti. Di sana keduanya diinterogasi, kenapa masih mengangkut penumpang di atas pukul 17.00 WIB. 

Jawaban Bobi dan Jihan yang menuturkan itu sesuai anjuran dan aturan dari Dishub Batam, tak dibenarkan oleh para sopir angkot itu. Keduanya lantas disandera sebelum polisi tiba dan membebaskan keduanya. "

Sempat khawatir juga kami, karena takut anggota kami (Bobi dan Jihan) dipukul," kata Surung.

Aksi penyanderaan itu, diduga karena para sopir angkot Bimbar tidak terima dengan beroperasinya Bus Trans Batam diatas pukul 17.00 WIB. Padahal menurut Surung, sesuai aturan yang dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, pukul 17.00 WIB, adalah trayek terakhir bagi bus koridor dua (jurusan Batuaji-Batamcenter) dari arah Batamcenter. 

"Bukan berarti pukul 17.00 WIB itu bus harus berhenti beroperasi. Itu jam trayek terakhir dari Batamcenter. Masa iya dari Batamcenter pukul 17.00 WIB langsung tiba di Tanjunguncang pukul 17.00 WIB juga. Kan butuh waktu belum macet lagi di perjalanan," urai Surung.

Dengan kejadian ini, Dishub Batam dituntut untuk kembali turun memberikan sosialiasi kepada para sopir angkot agar memahami aturan yang sebenarnya. "Jangan asal main barbar kayak gini. Ini (Trans Batam) jelas hukumnya, milik pemerintah dan dibutuhkan masyarakat, jangan asal protes. Kalau mau protes ya protes ke Dishub," tutur Surung.

Mengenai kejadian penyanderaan itu sendiri, kata Surung, pihaknya percaya kepada Pemko Batam dan kepolisian untuk mengusut tuntas aksi barbar tersebut. "Sebab ini sudah keterlaluan, kemarin dipukul, sekarang disandera, kedepannya apalagi nanti. Jangan main hajar seenaknya dong, ini negara hukum," keluh Surung.

Kepada pihak kepolisian, Surung berharap agar laporan penganiayaan sebelumnya serta kejadian penyanderaan yang dialami Bobi dan Jihan ini diusut tuntas karena sudah sangat meresahkan. "Laporan pertama kalau nggak salah sudah sampai Polda, semoga ditindak tegas agar jangan lagi ada aksi serupa," kata Surung.  

Kepada Pemko Batam dalam hal ini Dishub Batam agar segera bertindak tegas terhadap izin operasional angkot yang kerap mengancam keberadaan Trans Batam. 

"Kemarin kata Wawako (Amsakar Ahmad) mau bentuk tim kecil untuk membahas masalah ini, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Tolonglah pak, biar anggota di lapangan bisa kerja dengan tenang. Jangan dikit-dikit dikeroyok, disandera kayak gini," pinta Surung.

Bagaimanapun sambung Surung, kehadiran Trans Batam membawa angin segar bagi masyarakat Batam yang mengidamkan pelayanan transportasi yang nyaman dan murah. "Jadwal operasional berkurang saja diprotes, apalagi kalau ditiadakan, akan kecewa masyarakat," ujar Surung. (eja/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jalasenastri Armatim Borong Juara Lomba Kolintang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler