Alasan Pemilih NU ke Jokowi, Muhammadiyah Condong ke Prabowo

Selasa, 02 April 2019 – 20:05 WIB
Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa di kantornya, Selasa (2/4). Foto: Aristo Setiawan/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Massa dua organisasi terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah terpecah di Pemilu 17 April mendatang.

Berdasarkan temuan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pemilih NU condong ke Joko Widodo - Ma'ruf Amin, sedangkan pemilih Muhammadiyah ke Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

BACA JUGA: Ketua Garda SOKSI Ajak Masyarakat Coblos Jokowi - KH Maruf Amin

BACA JUGA: Survei LSI Denny JA: 47,6 Persen Anggota FPI Pilih Jokowi – Ma’ruf

Temuan LSI Denny JA, elektabilitas Jokowi - Ma'ruf pada pemilih NU sebesar 62,4 persen sampai 68,8 persen. Sementara itu, Prabowo - Sandiaga hanya mendapat elektabilitas sebesar 31,2 sampai 37,6 persen.

BACA JUGA: Survei LSI Denny JA Ungkap Pilihan PA 212 di Pilpres 2019, Wouw Banget

"Untuk sektor pemilih NU, pasangan calon nomor 01 Jokowi - Ma'ruf unggul. Selisih unggulnya dua digit," ungkap peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa ditemui di kantornya, Selasa (2/4).

Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby menyebut sosok Ma'ruf Amin menguatkan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01. Selama ini, Ma'ruf sosok yang kental dengan NU.

BACA JUGA: Respons Hasto PDIP untuk Ancaman Amien Rais soal People Power

"Sebab faktor Kiai Ma'ruf Amin. Jadi asosiasi cukup kuat. Ada representasi tokoh NU," kata Adjie.

Selain itu, ucap dia, Jokowi akrab dengan NU. Jokowi rutin komunikasi dengan tokoh-tokoh dari NU. Tidak hanya itu, Jokowi mendapat dukungan dari PKB dan PPP.

"Di sana juga ada PKB dan PPP. Dua partai ini juga kental NU. Kemudian program Pak Jokowi kental dengan santri, seperti menetapkan hari santri. Ini yang membuat Pak Jokowi kuat di NU," ucap dia.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo - Sandiaga unggul dari Jokowi - Ma'ruf pada sektor pemilih Muhammadiyah. Prabowo - Sandiaga mengantungi elektabilitas sebesar 51,3 persen sampai 57,7 persen, sementara Jokowi - Ma'ruf sebesar 42,3 persen sampai 48,7 persen.

Adjie mengatakan banyak tokoh Muhammadiyah merapat mendukung Prabowo - Sandiaga, salah satunya Amien Rais. Hal inilah yang membuat suara Muhammadiyah merapat ke pasangan capres - cawapres nomor urut 02.

"Di Muhammadiyah ada tokoh yang mendukung Prabowo - Sandiaga, seperti Amien Rais. Kedua kecenderungan pemilih Muhammadiyah lebih kritis dan gampang kecewa dengan petahana. Karena memang pemilih Muhammadiyah ini berasal dari kaum terpelajar. Jadi mudah kritis terhadap program petahana. Namun, faktor tokoh Muhammadiyah yang merapat ke Prabowo-Sandiaga, ini yang paling kuat," pungkas Adjie.

Survei dilakukan pada periode 18 hingga 26 Maret 2019. Survei melibatkan 1.200 responden yang dilakukan di 34 provinsi di Indonesia.

Survei ini menggunakan metode sampel acak bertingkat melalui wawancara tatap muka dan kuesioner dengan margin of error dari survei ini sebesar 2,8 persen. (mg10/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Bicara Tol Sumatera, Palembang Bersorak


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler