Alat Pengatur Kereta Rampung 2015

Selasa, 17 Juli 2012 – 08:05 WIB

JAKARTA - Pemerintah saat ini sedang mengejar target pemasangan ATS (automatic train stop) atau disebut juga ATP (automatic train protection) di sejumlah stasiun dan lokomotif kereta api. Alat keamanan otomatis senilai Rp 1 triliun itu diharapkan bisa terpasang secara keseluruhan di Pulau Jawa pada tahun 2015.

"Uji coba sudah dilakukan di wilayah Jawa Timur dan diharapkan penerapannya bisa segera dilaksanakan terutama untuk rel Jabodetabek," ujar Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan kemarin. Uji coba di Jawa Timur, di antaranya, dilakukan di stasiun Tulangan lintas Sidoarjo-Tarik.

Tundjung menambahkan, diharapkan pada 2015, mendatang sistem tersebut sudah bisa diterapkan di seluruh lintas kereta api di Pulau Jawa sebanyak 424 stasiun. Untuk merealisasikan penggunaan alat tersebut secara menyeluruh, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan membutuhkan dana kurang lebih Rp1 triliun dalam tiga tahun ke depan untuk pengadaan.

"Alat ini bisa mengatur pergerakan kereta api secara otomatis demi keselamatan perjalanan kereta api sehingga pada 2015 mendatang seluruh lintas di Tanah Air sudah terpasang," tegasnya.

Menurut Direktur Keselamatan Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko, penerapan ATP dilakukan untuk mengatur pergerakan kereta api secara otomatis dengan menghentikan kecepatan kereta api sesuai dengan kondisi perjalanan yang ada.

Rencananya, ATP ini akan dipasang di 424 stasiun kereta api di seluruh Indonesia, 350 lokomotif kereta rel diesel dan 400 kereta rel listrik. Biaya pengadaan ATP ini ditambahkan Hermanto jauh lebih kecil dibandingkan ATP yang berasal dari negara pembuatnya di Eropa, yang harganya jauh lebih mahal. Sebab, pengadaan alat tersebut tidak dilakukan secara impor.

"Untuk memasang satu ATP di lokomotif, dibutuhkan dana Rp1 miliar yang produksinya akan dilakukan di dalam negeri," ungkapnya. (wir/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Massa FPI Mulai Bergerak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler