Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dari Sri Mulyani di Tengah Ketidakpastian Global

Rabu, 25 Oktober 2023 – 15:28 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan laporan APBN pada September 2023. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga September 2023 di tengah risiko dan ketidakpastian global.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan surplus sebesar Rp 67,7 triliun hingga September 2023 atau setara 0,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

BACA JUGA: Sri Mulyani Terus Waspada, Ada Apa?

“APBN kita hingga akhir September masih mencatatkan surplus sebesar Rp67,7 triliun, atau diukur dari PDB adalah 0,32 persen,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2023 di Jakarta, Rabu.

Bendahara negara mengatakan nilai surplus APBN pada September 2023 lebih tinggi bila dibandingkan dengan surplus APBN pada September 2022 yang tercatat sebesar Rp 60,9 triliun atau sekitar 0,33 persen dari PDB.

BACA JUGA: Peringatan Sri Mulyani soal Pemilu 2024, Tolong Diperhatikan!

Surplus APBN pada September diperoleh dari pendapatan negara yang lebih tinggi dibandingkan dengan belanja negara.

"Pendapatan negara pada September 2023 tercatat sebesar Rp 2.035,6 triliun. Capaian tersebut menandakan realisasi pendapatan negara telah mencapai 82,6 persen dari pagu anggaran," ungkap Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan nilai itu mengalami pertumbuhan apabila dibandingkan capaian September 2022 yang tercatat sebesar Rp 1.974,7 triliun.

Belanja negara tercatat sebesar Rp 1.967,9 triliun atau tumbuh dibandingkan capaian September 2022 yang sebesar Rp 1.913,9 triliun.

Dengan demikian, realisasi belanja negara pada September telah mencapai 64,3 persen dari pagu anggaran APBN 2023.

Kementerian Keuangan mencatat keseimbangan primer pada September 2023 juga mengalami surplus sebesar Rp 389,7 triliun.

Adapun, keseimbangan primer adalah selisih dari total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang.

“Kinerja APBN hingga September 2023 tercatat baik dan berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” ujar Sri Mulyani.

Namun, Sri Mulyani kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan di tengah risiko dan ketidakpastian dari global.

Seperti diketahui, ketidakpastian itu dapat memberikan dampak rembesan ke dalam negeri, sehingga mempengaruhi nilai tukar, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler