Alhamdulillah, Nia Melahirkan Anak Sehat Seberat 81 Kg

Minggu, 20 September 2020 – 14:16 WIB
Tangkapan layar menunjukan dokter hewan BBKSDA Riau memeriksa kondisi bayi gajah sumatera dan induknya di PLG Minas, Kabupaten Siak. ANTARA/HO-BBKSDA Riau

jpnn.com, PEKANBARU - Nia, seekor gajah Sumatera melahirkan anaknya dengan selamat di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau pada Jumat (18/9).

Sebelumnya, Nia merupakan induk gajah yang berhasil dievakuasi dari Desa Tapung (Petapahan) Kabupaten Kampar pada 14 Juli 2006 karena terkena jerat cukup parah di kaki sebelah kanan depan.

BACA JUGA: Terdepak dari Waketum Gerindra, Arief Poyuono Ungkap Ada Perbedaan dengan Prabowo

Bayi gajah betina yang dilahirkan Nia terbilang sehat dengan berat badan sekitar 81 kg.

“Kita bersyukur atas lahirnya kembali seekor anak gajah Sumatera di PLG Minas pada hari Jumat sekitar pukul 03.00 WIB dini hari,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Minggu.

BACA JUGA: Konon China Melarang Produk Impor Perikanan Asal Indonesia, Begini Ceritanya

Saat ini Nia sudah berumur sekitar 20 tahun. Nia maupun bayi betinanya yang dilahirkan dilaporkan dalam kondisi sehat.

Menurut Suharyono, kelahiran bayi gajah ini merupakan yang kedua tahun 2020 di Balai Besar KSDA Riau. Sebelumnya gajah betina bernama Ngatini juga telah melahir seekor anak gajah jantan di Taman Wisata Alam Buluh Cina pada Jumat, 3 Juli 2020.

BACA JUGA: Seperti ini Pesan Vicky Prasetyo Untuk Angel Lelga

"Anaknya diberi nama Damar dari indukan bernama Ngatini dengan pejantan bernama Robin,” ungkap Suharyono.

Tim medis BBKSDA Riau yang dikoordinir drh. Rini Deswita telah melakukan pengecekan kesehatan induk maupun bayi gajah tersebut. Kemudian, tim memberikan asupan multivitamin dan penguat otot melalui infus serta antibiotik kepada induk gajah.

Suharyono mengaku sangat antusias terhadap kelahiran bayi gajah yang telah berada dalam kandungan induknya selama kurang lebih 22 bulan tersebut.

Kabar ini segera disampaikannya kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar melalui Direktur Jenderal KSDAE Bapak Wiratno.

Wiratno bahkan berkenan memberikan nama Rizky kepada bayi gajah itu sebagai simbol rezeki bagi alam, lingkungan hidup, dan bagi populasi yang berada di wilayah Sumatera.

Suharyono juga berharap keberadaan satwa bernama latin Elephax maximus sumatranus tersebut dapat bertambah populasinya. Sebab, gajah sumatera merupakan satwa yang sangat dilindungi karena terancam punah.

“Ini merupakan kejutan dan hadiah yang sangat menggembirakan untuk Hari Konservasi Alam Nasional tahun 2020,” tambahnya.(Ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler