Alhamdulillah..TKI Asal Bojong Koneng Terbebas dari Hukuman Mati

Selasa, 19 April 2016 – 12:40 WIB

jpnn.com - NGAMPRAH – Rima Diana, TKI dari Kampung Pasir Lame RT 3/16, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat kini bisa bernafas lega. Pasalnya, dia berhasil terbebas dari vonis hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan Malaysia terkait kasus kepemilikan narkoba beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertans Kabupaten Bandung Barat, Sutrisno mengungkapkan, vonis Rima diringankan oleh Majelis Tinggi Malaysia dari hukuman mati menjadi 11 tahun penjara. Rima pun sebelumnya sudah mendapat remisi 3,5 tahun. 

BACA JUGA: Ini Daftar PNS Tujuh Provinsi yang Dimutasi

"Sampai saat ini Rima sudah menjalani 3 tahun penjara sehingga sisa hukuman tinggal 4,5 tahun lagi akan bebas,” kata Sutrisno usai mendatangi rumah keluarga Rima, Senin (18/4).

Pertimbangan vonis ringan bagi Rima, kata Sutrisno, lantaran dia tidak terlibat dalam jaringan narkoba, berkelakuan baik selama di dalam penjara dan memiliki anak. ’’Ini juga masukan dari pengacara dan keluarga Rima kepada intelijen di sana bahwa memang Rima ini tidak terlibat pada jaringan narkoba ini. Kalau memang terlibat, ekonomi keluarga Rima juga harus lebih kaya. Hal ini juga yang membuat hukuman Rima menjadi ringan,” katanya sambil menyebutkan pemerintah akan mendorong setelah Rima bebas nanti untuk diberikan pelatihan wirausaha.

BACA JUGA: Fahri Hamzah Bertarung Lawan Eks Panglima TNI dan Pimpinan KPK

Sementara itu, Tarmini, ibunda Rima, mengaku senang mendapat kabar anaknya terbebas dari hukuman mati. Dia berharap, Rima bisa secepatnya kembali ke Indonesia. ’’Harapan saya Rima bisa cepat pulang. Kabar Rima terbebas dari hukuman mati baru diketahui hari ini. Terakhir komunikasi sama Rima pada Jumat pekan lalu,” ungkapnya.

Dikatakan Tarmini, saat ini Rima memiliki anak laki-laki berusia 2,5 tahun. Rima sendiri bekerja sebagai TKI pada usia 15 tahun lalu dan menikah dengan keturunan India bernama Kumar. ’’Sebelumnya, Rima sempat bekerja di Brunei Darussalam hingga akhirnya dia menikah siri dengan seorang pria keturunan India,” tukasnya.

BACA JUGA: Tiga Penyuap Oknum Jaksa Diperiksa KPK

Untuk diketahui, Rima ditangkap pada 3 Juli 2013 terkait kepemilikan narkotika. Kejadian bermula saat polisi menemukan narkotika jenis sabu sebanyak 55 gram, 3 bungkus plastik diduga obat terlarang seberat 1,4 kg, dan 11 bungkus plastik diduga obat terlarang seberat 5,5 kg. Rima ditangkap bersama suaminya yang keturunan India di rumah No 69 Lorong Pondok Upeh Taman Crystal 11000, Balik Pulau, Malaysia. (drx/vil/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fahri Hamzah Siap Melawan Sang Jenderal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler