Amankah Pemanis Buatan untuk Penderita Diabetes?

Minggu, 31 Mei 2020 – 09:30 WIB
ILUSTRASI. Pemanis buatan. Foto: Laman Sheknows

jpnn.com - Salah satu anjuran yang umum untuk pasien diabetes adalah menghindari makanan dan minuman manis. Pasalnya, jenis makanan dan minuman tersebut dapat membuat kadar gula melonjak tinggi dalam darah sehingga diabetes makin sulit terkontrol dan risiko komplikasi pun makin besar.

Sebagai alternatifnya, pemanis buatan pun kerap dijadikan pilihan. Pertanyaannya, amankah pemanis buatan untuk penderita diabetes?

BACA JUGA: Ini 6 Jenis Pemanis Buatan yang Aman Bagi Penderita Diabetes

Pemanis Buatan untuk Penderita Diabetes, Bolehkah?

Kemajuan teknologi pangan memungkinkan adanya pemanis buatan nonkalori dan tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Inilah yang membuat pemanis buatan untuk penderita diabetes dianggap aman. Selain itu, pemanis buatan pun memiliki rasa yang lebih manis daripada gula biasa. 

BACA JUGA: Dampak Pemanis Buatan Bagi Tubuh

Meski demikian, sekalipun ada pemanis buatan yang aman untuk diabetes, bukan berarti penderita diabetes boleh dengan bebas mengonsumsinya. Jumlahnya tetap harus dibatasi.

Pemanis Buatan yang Aman bagi Penderita Diabetes

BACA JUGA: 7 Cara Efektif Menghilangkan Kecanduan Fast Food

Pemanis buatan dibuat melalui proses kimiawi di laboratorium. Karena itu, para diabetesi harus paham mengenai jenis pemanis buatan yang tepat. Berikut adalah beberapa jenis pemanis buatan yang aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes:

1. Aspartam 

Aspartam merupakan jenis pemanis buatan untuk penderita diabetes yang paling sering ditemukan di pasaran. Pemanis ini dapat digunakan untuk makanan di suhu hangat ataupun dingin.

Aspartam terbilang cukup aman bagi kesehatan. Meski demikian, aspartam tidak stabil dalam suhu panas dan rasa manisnya akan berkurang jika dipanaskan. Karena itu, aspartam tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai bahan memasak. 

Lebih lanjut, aspartam merupakan sumber asam amino fenilalanin sehingga pemanis buatan ini tak boleh dikonsumsi oleh penderita fenilketonuria (penyakit genetik yang menyebabkan tubuh tak mampu mengolah fenilalanin).

Bila tetap dikonsumsi oleh penderita fenilketonuria, bahaya pemanis buatan ini dapat menyebabkan kerusakan otak. 

2. Acesulfame Kalium (Ace-K)

Ace-K merupakan pemanis buatan untuk penderita diabetes dengan struktur kimia dan rasa manis yang lebih stabil dalam suhu tinggi. Ace-K cocok digunakan sebagai pemanis pada masakan dan kue. 

3. Neotame 

Neotame merupakan pemanis buatan yang diturunkan dari aspartam. Pemanis buatan untuk penderita diabetes ini memiliki rasa manis yang kuat, bahkan hingga sepuluh ribu kali lipat daripada gula asli. Soal keamanannya, sebuah penelitian jangka panjang menemukan bahwa neomate terbukti aman bagi kesehatan. 

Neotame stabil dalam suhu panas sehingga dapat digunakan untuk memasak. Sama halnya dengan aspartam, neotame juga mengandung asam amino fenilalanin. Hanya saja, fenilalanin yang terdapat dalam neotame memiliki kadar yang sangat kecil sehingga tak harus dihindari oleh penderita penyakit fenilketonuria. 

4. Stevia 

Pemanis buatan yang aman untuk penderita diabetes ini tersedia dalam bentuk cair dan tablet yang mudah larut. Stevia paling sering digunakan sebagai pemanis untuk minuman. 

5. Sakarin 

Pemanis buatan untuk diabetes selanjutnya adalah sakarin. Sakarin merupakan salah satu jenis pemanis buatan yang tertua, karena sudah digunakan selama lebih dari seratus tahun.

Sakarin tetap stabil dalam suhu panas maupun dingin. Oleh karena itu, pemanis buatan dengan bentuk cair ini dapat digunakan untuk makanan panas dan dingin, serta dalam proses memasak. 

Akan tetapi, sakarin tak dianjurkan untuk digunakan oleh ibu hamil dan ibu menyusui karena belum jelas keamanannya. 

6. Sukralosa

Sukralosa memiliki struktur kimia yang stabil sehingga dapat digunakan dalam proses memasak. Pemanis buatan yang satu ini juga dapat digunakan pada makanan hangat dan dingin. 

Pemanis buatan untuk penderita diabetes boleh saja digunakan sebagai tambahan pemanis pada makanan dan minuman. Asalkan, Anda perlu ingat cara penggunaannya serta jumlahnya. Jangan sampai berlebihan, ya.(WA/ RS/klikdokter)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler