Amankan Harga Gabah Petani, Kementan Bersinergi dengan Bulog

Jumat, 19 Maret 2021 – 15:49 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melakukan panen raya. Foto: Humas Kementan RI.

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bersinergi dengan Bulog untuk mengamankan harga gabah petani di masa panen raya.

Sinergi itu diwujudkan dengan menerjunkan tim di lapangan untuk mengawal penyerapan gabah.

BACA JUGA: Cek Luas Tanam Cabai di Garut, Kementan: Kebutuhan HBKN Bisa Tercukupi

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan Enie Tauruslina Amarullah, selaku pengawal Tim Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP) di Yogyakarta mengatakan hal ini sesuai dengan arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan. 

Nantinya, Bulog akan menyerap gabah sebesar 73.775 ton dari kabupaten yang harga gabah kering panennya di bawah HPP.

BACA JUGA: Cita Citata: Dipikir Baik, Ternyata Maling Uang

Di Kabupaten Kulon Progo, Bulog akan menyerap gabah dengan volume 18.120 ton, Kabupaten Sleman 44.945 ton dan Kabupaten Bantul 10.710 ton. 

“Gabah yang diserap ini sesuai standar mutu yang dipersyaratkan dalam HPP gabah/beras dan persyaratan kualitas internal Bulog,” ujar Enie, Jumat (19/3).

BACA JUGA: Kementan Gerakkan Serap Gabah Petani di Sragen

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebut, langkah serap gabah ini dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, supaya dampak penurunan harga akibat panen raya bisa diantisipasi.

“Kami pun meminta pemerintah daerah menyiapkan dan memperkuat stok cadangan beras di setiap desa, kecamatan/kostratani, dan kabupaten/kota,” jelasnya.

Suwandi juga mengingatkan, semua pihak harus menyiapkan langkah strategis guna mengamankan produksi atau stok beras nasional dan harga pada saat musim panen raya padi pada Maret-April 2021. 

“Bulog adalah salah satu pihak yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan khususnya beras," ujarnya.

Sebelumnya, Tim GSGP sudah bergerak ke Banten dan sepakat meyerap 53.000 ton GKG, di Lampung 25.000 ton, di Sragen 17.580 ton, di Boyolali 24.092 ton

Kemudian, di Grobogan 24.000 ton, Jambi 8.000 ton serta menyusul di provinsi dan kabupaten lainnya.(cr3/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini 10 Cara Mudah Mencegah Serangan Jantung


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler