Ambil Air Wudu, Nenek 62 Tahun Selamat dari Gempa Sukabumi

Rabu, 06 Juni 2012 – 02:03 WIB

SUKABUMI - Gempa berkekuatan 6,1 Scala  Richter (SR) pada Senin (4/6) lalu, merusak rumah Imas (62). Nenek yang tinggal di RT 07/05 Kelurahan/Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi selamat dari maut karena mengambil air wudhu.

Ya, sebelum gempa terjadi dirinya  mengambil air wudhu di kamar mandi. Nah, usai dari kamar mandi itu gempa merobohkan lantai kamar mandi yang di bawahnya mengalir sungai Citamiang. "Beruntung saya sudah wudhu dan kembali ke dalam rumah," terang Ibu Imas kepada Radar Sukabumi (JPNN Group), Selasa (5/6).

Hampir setengah bagian rumah milik Imas (62) ambruk ke Sungai Citamiang yang persis berada di belakang rumahnya.  Imas tinggal berdua dengan cucunya tersebut, langsung melaporkan kejadian tersebut ke RT  setempat.

Setelah gempa usai, dari jajaran Kelurahan Citamiang dan RT mengunjungi rumah Imas untuk mengecek kerusakkan sebagai dasar untuk pemberian bantuan. Selain dari kelurahan, dari jajaran Kecamatan Citamiang dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek-PB) Kota Sukabumi juga turun tangan. Selain mengecek kondisi rumah, Dinsostek-PB memberikan bantuan stimulan berupa sembako dan perlengkapan memasak.

Imas berharap pada Pemkot Sukabumi segera memberikan bantuan material agar bisa memperbaiki rumahnya yang ambrol. "Semoga jajaran pemkot tak hanya melihat kondisi rumah saya, tapi juga memberikan bantuan material untuk perbaikkan," lanjutnya.
 
Sementara itu, Kabid Dinsostek-PB Kota Sukabumi, Hendra Ruswanda segera melaporkan kerusakkan akibat gempa ini pada atasannya. Selanjutkan Dinsos-PB berkoordinasi dengan pihak Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki rumah Imas. "Kita segera melakukan koordinasi. Segingga bisa memperbaiki rumah Imas,' kata Hendra.

Sedangkan Camat Citamiang, Punjul Saepul Hayat menghimbau pada warganya terutama yang bermukim di bantaran sungai agar berhati-hati dan waspada. Selain itu, dia meminta agar tak membangun rumah di bantaran sungai Citamiang. Selain beresiko terkena bencana, juga  merugikan diri sendiri. "Selain rawan roboh juga bisa terkena banjir," tegasnya. (nur)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Terminal Tingkir Dipindah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler