Amerta Melepas Chevron yang Penuh Kekontrasan

Senin, 24 Oktober 2022 – 11:55 WIB
Amerta. Foto: Dok. Amerta

jpnn.com, JAKARTA - Band metal Amerta melepas single terbaru yang berjudul Chevron pada Senin (24/10).

Lagu ini masih dengan spirit serupa seperti karya sebelumnya yakni membawa musik metal keluar menembus spektrum yang biasa dilekatkan pada komposisi garang dan tata berat semata.

BACA JUGA: Diproduseri Ricky Siahaan, Amerta Lepas Lagu Bleeker

Dalam lagu Chevron, Amerta memperdengarkan emosi janggal sebuah komposisi metal lambat yang demikian berat bisa mengandung melankolia.

Lagu tersebut menunjukkan potensi dan lebarnya spektrum Amerta sebagai band metal potensial.

BACA JUGA: Koil dan Feast Siapkan Proyek Kolaborasi

"Secara natural, keberagaman referensi menghasilkan Chevron. Ada sisi manis, namun tetap heavy. Neraka, tetapi dingin," kata Anida Sabrina Bajumi, pemain bas Amerta, Senin (24/10).

"Bicara soal referensi, itu hal yang abstrak. Yang pasti, kami merasa estetika kegelapan itu telah sejak
lama tercantum dalam benak bawah sadar kami. Mereka selalu keluar begitu saja ketika dibutuhkan," sambung gitaris Amerta, Raja H. Panggabean.

BACA JUGA: Tulus, Manusia, dan 7 Piala AMI Awards 2022

Melalui lagu Chevron, Amerta sekaligus memperkenalkan formasi dan kekuatan terbaru.

Band metal asal Jakarta itu kini beranggotakan Raja H Panggabean (gitar), Techa Aurelia (vokal), Auliya Akbar (drum), Anida Sabrina Bajumi (bas/vokal latar), dan Lody Andrian (penyintesis)

Dua personel baru resmi direkrut yakni vokalis Techa Aurelia (Pelteras) dan penyintesis Lody Andrian (Fakecivil), yang sangat fasih dalam instrumentasi masing-masing.

Warna dua penggawa baru tersebut sangat jelas terasa dalam single Chevron, khususnya osilasi suara Techa Aurelia.

"Suara gue campuran feminin dan maskulin, mungkin terdengar androgini. Karakter seperti itu menyadarkan pendengar bahwa dalam kesuraman dan kesedihan, semua kegelapan yang kita lihat itu hanya bersumber dari kepala saja," beber Techa Aurelia.

Peran Lody Andrian dalam lagu Chevron juga mampu merekatkan nuansa psikedelia.

Kombinasi tersebut melahirkan sensasi mengawang yang dibutuhkan.

"Ibarat mencemplungkan diri ke pusaran lumpur isap kehampaan, namun di sisi lain pun merasakan kedamaian," beber drummer Amerta, Auliya Akbar.

Adapun Chevron diilhami dari nama apartemen di Melbourne, Australia, lokasi Raja H. Panggabean menghantam riff gitar pertama bersama Auliya Akbar, guna melahirkan Amerta pada 2017.

Buah ceri di atas kue Chevron mengibaratkan kegundahan, dingin, dan nostalgia.

Chevron adalah cerita tentang pengalaman berada di persimpangan kontras dua dunia, kegelisahan menghadapi realita hidup dan kebahagiaan yang kami impikan.

"Gue ingin membuat lagu metal yang berat tetapi ada kontras dengan melodi dan harmoni. Seperti ada dua dunia yang bertubrukan," ujar Raja H. Panggabean.

Dalam produksi lagu Chevron, Amerta masih di bawah arahan konselor produser Ricky Siahaan yang dikenal sebagai gitaris Seringai.

Chevron dirilis dalam format video klip melalui akun Amerta di YouTube pada 24 Oktober 2022.

Video berwarna noir tersebut digarap oleh sutradara Panggih Aryan Saputra dari KTK Imaji Production.

Tidak hanya video, Chevron juga akan dirilis berbentuk kaset pita oleh Grieve Records pada 1 November, serta melalui seluruh platform musik digital pada 18 November 2022.

Amerta sebelumnya berhasil menggebrak dengan single berjudul Bleeker yang dilepasliarkan pada 2020 lalu.

Selain itu, Amerta juga pernah merilis Gehenna (Single, 2019), Aporia (Split w/ Gaung, 2020, DSSTR Records), Bleeker (Single, 2020), Chevron (2022). (ded/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Yondra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler