Anak Buah Heru Hibahkan Rp 11 Miliar untuk Pejabat Kodam Jaya Beli Mobil Mewah, Tujuannya?

Rabu, 18 Januari 2023 – 12:05 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta memberikan dana hibah sebesar Rp 11 miliar kepada TNI Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya). Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta memberikan dana hibah sebesar Rp 11 miliar kepada TNI Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya).

Rinciannya, hibah Rp 11 miliar tersebut untuk pengadaan kendaraan dinas pejabat Kodam Jaya, yakni satu unit Land Cruiser, Prado, dua Fortuner, dan enam Innova.

BACA JUGA: Politikus PSI Sanjung Heru Budi, Menyindir Anies Baswedan

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Arifin mengatakan pemberian hibah itu sudah diperhitungkan secara matang dan bertujuan untuk kepentingan masyarakat Jakarta terutama untuk operasional pengamanan.

"Ini, kan, untuk layanan pengamanan, untuk keamanan, dan menyangkut keamanan Jakarta. Kan, dukungan sarana prasarana untuk satuan yang ada," ucap Arifin, Selasa (17/1) kemarin.

BACA JUGA: Heru Budi Minta Pengurus RW Ikut Jaga Keamanan

Arifin menyebutkan pemberian hibah untuk layanan pengamanan itu telah tercantum dalam proposal pengajuan hibah yang diberikan Kodam Jaya ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Tak hanya itu, dana hibah mobil mewah tersebut juga telah melalui proses pengkajian dan pembahasan yang panjang. Pertama, proposal hibah diajukan lembaga pemohon kepada Pemprov DKI Jakarta. Lalu, pihak eksekutif itu bakal meneliti proposal dari sisi administrasi.

BACA JUGA: Soal Tumpukan Beras Bansos, Fraksi PSI Desak Heru Lakukan Ini

Kemudian, Pemprov DKI akan membahas sejumlah proposal hibah yang diajukan bersama DPRD DKI Jakarta. Kedua pihak akan menyortir lembaga mana yang layak menerima hibah.

"Sesuai dengan usulan pemohon yang disampaikan kepada kami. Kan, kebutuhannya yang disampaikan kepada kami ," kata dia.

Walau Arifin mengeklaim dana hibah ini telah dibahas bersama dengan DPRD DKI, tetapi Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Thopaz Nuhgraha Syamsul justru menyebutkan ada kelalaian sehingga anggaran ini bisa lolos.

"Kami enggak sadar ada masuk Rp 11 miliar, makanya saya baru tahu hari ini. Apalagi enggak bermanfaat untuk warga DKI," tutur Thopaz. (mcr4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Heru Budi Copot M Yana Aditya dari Jabatan Dirut Transjakarta, Ini Penggantinya


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler