Anak Buruh Bangunan di Bantul Lolos Seleksi Bintara Polri, Orang Tua Berharap Begini

Senin, 31 Juli 2023 – 15:30 WIB
Kedua orang tua David Luky Hermawan menunjukkan foto putranya ketika kecil, yang saat ini lolos seleksi anggota Bintara Polri dan sedang menempuh pendidikan di SPN Selopamioro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)

jpnn.com - BANTUL - David Luky Hermawan, putra dari seorang buruh bangunan bernama Tugiyo, lolos seleksi penerimaan Bintara Polri 2023 yang digelar Polda DIY.

Tugiyo mengatakan putranya yang lulus dengan predikat cum laude dari Fakultas Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kebugaran (PJOK) UNY pada 2023 itu, tidak memberitahukan apa-apa kepada orang tua terkait dengan pendaftaran anggota Polri.

BACA JUGA: Ganjaran Buruh Berjuang Menyatakan Dukungan dan Siap Memenangkan Ganjar di Pilpres 2024

Dia mengatakan David yang kelahiran tahun 2000 tersebut, hanya berencana menjadi guru olah raga.

Namun, belum lama ini mendapat kabar telah lolos seleksi anggota Polri.

BACA JUGA: Antisipasi Geng Motor, Polisi Gelar Patroli Besar-besaran

Keluarga juga diberi kabar tidak ada pungutan sepeser pun hingga David lolos seleksi polisi.

"Daftar polisi itu tidak tahu, tidak dikabari apa-apa, tahunya dikabarkan jadi polisi, lolos seleksi,” katanya.

BACA JUGA: Bikin Bangga, Anak Buruh Pelabuhan jadi Lulusan Terbaik Pendidikan Bintara Polri di Maluku

Buruh bangunan asal Pedukuhan Sindet, Kalurahan Trimulyo, Kabupaten Bantul, DIY, itu setuju dan senang putra ketiganya tersebut lolos seleksi penerimaan Bintara Polri 2023.

Dia pun turut mendoakan sang anak.

“Tentunya orang tua sangat setuju, dan senang. Harapan saya dan mudah mudahan keluarga doakan jadi orang baik," ungkap Tugiyo.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY AKBP Verena Sri Wahyuningsih mengtakan bahwa David lolos seleksi lewat jalur prestasi.

"Setiap tahun kita ada dua kali seleksi untuk Bintara Polri dengan pendidikan lima bulan. David ini lolos seleksi lewat jalur prestasi, sekarang sedang pendidikan di SPN Selopamioro," kata AKBP Verena Sri Wahyuningsih di sela-sela berkunjung ke rumah David di Trimulyo Jetis Bantul, Senin (31/7).

Dia menyatakan bahwa seleksi anggota Polri yang dilakukan berprinsip pada BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Kemudian, ada sistem yang dilakukan, yaitu proaktif. Jadi, kepolisian mencari bibit-bibit unggul, anak anak yang memiliki prestasi.

“Kami proaktif mencari bekerja sama mencari instansi terkait, seperti dinas pendidikan dan lain-lain untuk melihat siapa siapa saja yang memiliki prestasi. Setelah dapat data, kami menanyakan apakah mau jadi anggota polisi, kalau mau, rekrutmen bersama dengan yang lain," katanya.

AKBP Verena mengatakan menjadi anggota polisi itu merupakan hak setiap warga negara Indonesia.

Namun, informasi perekrutan anggota Polri terkadang masih kurang, seperti orang tua David yang sehari-hari bekerja sebagai buruh, itu tidak tahu apa-apa terkait rekrutmen polisi.

"Jadi, anaknya yang langsung disentuh dan alhamdulillah lolos menjadi anggota polisi Bintara. Memang di kepolisian itu ada bermacam-macam pendaftaran, ada ke Bintara, Tamtama, ke Akpol, dan dari SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana)," katanya.

Dia juga memastikan proses perekrutan anggota Polri tidak dipungut biaya, sehingga apabila masih ada anggapan masyarakat bahwa untuk masuk menjadi polisi harus mengeluarkan uang itu tidaklah benar, melainkan yang harus dipersiapkan adalah persyaratan yang dibutuhkan.

"Kita menggunakan sistem BETAH, dan ini yang harus diyakini bahwa daftar polisi tidak menggunakan uang, kalau berniat persiapkan saja apa yang jadi persyaratan untuk menjadi anggota polisi, beberapa tahapan tes yang harus dilalui baik itu secara jasmani, akademik dan lain lain," katanya.

Dia mengatakan segala persyaratan menjadi anggota polisi yang sudah diinformasikan melalui berbagai media maupun internet itu agar disiapkan saja apabila tertarik, dan kalau yang bersangkutan mampu pasti bisa lolos seleksi.

"Hanya saja ada oknum-oknum yang gunakan kesempatan ini, di mana pun saya kira ada (oknum), maka pintar-pintarlah untuk meyakinkan diri kita bahwa kita mampu sehingga tidak terkecoh oleh orang orang yang menawarkan tidak penting," pungkas AKBP Verena. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler