Anak Panah Cak Imin Menyasar Anak Muda

Minggu, 08 April 2018 – 15:47 WIB
Menpora Imam Nahrawi dan Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar berolahraga di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4) pagi. Foto: kemenpora

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar atau lebih akrab disapa Cak Imin, sempat berolahraga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan memantau venue panahan.

Dia ditemani Menpora Imam Nahrawi. Kedua politisi PKB itu datang dengan bersepeda. Imin sengaja berolahraga di Gelora Bung Karno (GBK), sebelum diajak Menteri Pemuda dan Olahraga untuk berkunjung ke pelatnas panahan.

BACA JUGA: Luhut Panjaitan: Saya enggak Tahu, Tanya Pak Presiden

Berpolitik dan berolahraga, menurut Cak Imin harus berjalan beriringan. Centre Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil riset berjudul “Ada apa dengan Milenial? Orientasi Sosial, Ekonomi, dan Politik” yang mengulas tentang kehidupan sosial anak muda berumur 17-29 tahun di Indonesia.

Hasil penelitian pada November 2017 itu menyebut sebanyak 30,8 persen milenial suka dengan kegiatan olahraga. Itu adalah kegiatan dengan persentase terbesar, lebih besar daripada musik (19 persen) dan menonton film (13,7 persen).

BACA JUGA: Mahfud MD Akui Bertemu Zainul Majdi Bahas Pilpres 2019

Tampaknya Cak Imin membaca statistik itu. Hal itu diperkuat melalui data Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) pada Desember 2017, yang menyatakan bahwa 34,4 persen penduduk Indonesia saat ini berada di rentang usia 17-34 tahun. Artinya, suara anak muda pada pemilu 2019 nanti cukup menentukan.

Cak Imin sangat perlu mendekatkan diri kepada anak muda, kepada calon konstituen. Hal itu penting untuk mendongkrak popularitas Cak Imin yang mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden pada Pilpres 2019 nanti.

BACA JUGA: Soal Hastag 2019 Ganti Presiden Jawaban Luhut Menohok Banget

Ketika bertandang ke pelatnas panahan, Cak Imin tak lupa menjajal olahraga tersebut. Tampak sekali bahwa dia tidak jago di cabang olahraga panahan.

Dari caranya memegang alat saja sudah tidak tegap. Busur panah yang menancap di target pun hanya beberapa. Namun itulah Cak Imin dengan segala sisi humanisnya.

Bicara humanis, Cak Imin belajar banyak dari gurunya, Abdurrahman Wahid. Presiden Indonesia keempat yang akrab disapa Gus Dur itu adalah penggagas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai politik yang kini dipimpin Cak Imin.

Gus Dur tak harus menjadi Tionghoa untuk menjadikan hari raya Imlek sebagai hari libur nasional. Gus Dur tidak perlu lahir di Papua untuk mengembalikan nama “Papua” seperti yang diminta orang-orang Papua. Gus Dur pun tak harus memeluk agama Katolik untuk bersahabat dengan seorang Romo.

Begitu pula dengan Cak Imin. Dia tidak perlu jago dalam memanah untuk membuktikan bahwa pria asli Jombang, Jawa Timur itu ingin hidup sehat dengan berolahraga. Dia tidak perlu menjadi anak muda untuk memanah suara anak muda.

Sebelum menjadi olahraga, panahan adalah alat untuk berperang. Panahan merupakan senjata yang pada zaman dahulu menjadi andalan untuk menumbangkan musuh dalam jarak jauh.

Begitu pula dengan politik. Nicolo Machiavelli mengatakan bahwa politik tak ubahnya peperangan. Hanya saja dilakukan tanpa pertumpahan darah. Tentu banyak figur lain selain Cak Imin yang juga sedang mencuri perhatian anak-anak muda Indonesia.

Namun untuk dapat menancapkan busur dengan tepat ke arah target, butuh akurasi dan daya konsentrasi yang tinggi. Tak jarang, jam terbang seorang pemanah pun sangatlah dibutuhkan.

Riau Ega, atlet panahan Indonesia mengaku bahwa dalam sekali latihan, dia terkadang harus memanah sebanyak 250 kali. Hal itu butuh stamina yang luar biasa. Panah demi panah yang melesat mungkin ada yang meleset, tetapi percobaan harus terus dilakukan.

Begitu pula dengan usaha Cak Imin untuk dekat dengan kehidupan anak-anak muda.

Anak-anak muda kini butuh pemimpin yang dekat dengan mereka. Tidak hanya itu, generasi milenial butuh sosok pemimpin yang menghargai kebebasan mereka.

Cak Imin punya modal itu. Seperti olahraga panahan, dia sudah punya busur dan alat panah. Tinggal bagaimana Cak Imin terus “berlatih” untuk nantinya mampu memanah dengan benar hingga busur-busur yang dipanahnya menancap di target dengan mantap. (dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diam-Diam Luhut Bertemu dengan Prabowo


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler