Hari Pahlawan

Anak Semata Wayang Mendoakan Pak Margonda Menjadi Ahli Surga

Rabu, 10 November 2021 – 15:49 WIB
Jalan Margonda di Depok, Jawa Barat. Foto: Lutviatul Fauziah/JPNN.com

jpnn.com, DEPOK - Putri dari pejuang kemerdekaan Margonda, Jopiatini (76) merasakan minimnya apresiasi Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat terhadap keluarganya.

"Tidak ada apresiasi sama sekali kepada kami keluarganya (Margonda, red)," kata Jopiatini saat dihubungi JPNN.com, Selasa (9/11).

BACA JUGA: Hari Pahlawan, Ini Sejarah Nama Jalan Margonda di Depok

Anak semata wayang mendiang Pak Margonda itu mengaku tidak pernah diundang oleh Pemkot Depok dalam acara apa pun.

"Pernah dibilang akan diundang pada HUT Kota Depok, tetapi nyatanya sampai sekarang tidak pernah sama sekali," jelasnya.

BACA JUGA: Fakta Kondisi Terkini Makam Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah

Jopiatini juga bercerita beberapa tahun lalu sempat ada isu bahwa nama Jalan Margonda akan diganti.

Namun, pihak keluarga tidak menuntut apa pun dan menyerahkan keputusan itu kepada pemerintah.

BACA JUGA: Sujiwo Tejo Menyanjung Cara Baru Fraksi PKS Memperkenalkan Tokoh Pahlawan kepada Generasi Muda

"Sebagai anak, saya hanya berharap Pak Margonda dapat diterima iman islamnya dan menjadi ahli surga. Kalau saya, tidak mau menuntut apa pun," tandasnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa selama ini sebutan Margonda lebih dikenal sebagai nama jalan utama di Kota Depok.

Semasa hidup, Margonda merupakan seorang pejuang kemerdekaan di wilayah Bogor dan Depok.

Margonda berperan penting dalam serangan terhadap tentara Pemerintahan Sipil Hindia Belanda (NICA) yang mendompleng Sekutu pada 16 November 1945 di Depok.

Nahas, Margonda tewas diterjang peluru tentara Inggris.

Joptiani menjelaskan Margonda aktif dalam gerakan kepemudaan yang membentuk laskar-laskar.

BACA JUGA: Seorang WNA Asal Nigeria Tewas di Kalideres, Dikeroyok ya?

Selain itu, Margonda bersama dengan tokoh-tokoh pemuda lokal di wilayah Bogor dan Depok mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI).

Namun, AMRI yang bermarkas di Jalan Merdeka, Bogor, itu segera melebur ke Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Jopiatini mengaku mengetahui kisah ayahnya yang pejuang kemerdekaan hanya dari cerita ibunya. Dia sangat bangga dengan jasa Margonda bagi RI.

"Pengusulan nama Jalan Margonda pun atas usulan rekan-rekan Pak Margonda pada tahun 1970-an," kata Joptiani. (mcr19/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Lutviatul Fauziah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler