Analisis Adi Prayitno Soal PAN Masukan Nama Puan Dalam Daftar Bakal Capres

Senin, 29 Agustus 2022 – 23:25 WIB
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno. Foto: Dokpri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai langkah PAN memasukan Puan sebagai upaya menjaga hubungan baik.

Namun, dia menyebut PAN tetap memasukan Ganjar Pranowo agar menyeimbangkan realitas politik PDIP dan publik.

BACA JUGA: Persipura Jayapura Launching Skuad Liga 2 di Stadion Lukas Enembe

PAN terlihat ingin mengawinkan keseimbangan politik antara realitas elite PDIP dan realitas publik. Satu sisi memasukkan Puan sebagai variabel menjaga hubungan baik dengan elitenya.

Karena sampai saat ini sangat terlihat semua elite PDIP konsisten mendukung Puan maju pilpres.

BACA JUGA: Reaksi Ganjar Pranowo Setelah Namanya Direkomendasikan PAN Sebagai Bakal Capres

"Satu sisi lainnya PAN memasukkan Ganjar sebagai realitas politik bahwa Ganjar elektabilitasnya kuat yang dominan di survei pilpres," ujar Adi pada wartawan, Senin (29/8/2022).

Adi menjelaskan langkah Zulhas ini juga demi untuk menghindari perang terbuka dengan PDIP. Dia menyebut PAN tidak ingin senasib dengan NasDem yang hanya membacapreskan Ganjar Pranowo.

BACA JUGA: Alasan Kejagung Kembalikan Berkas Perkara Ferdy Sambo Cs ke Bareskrim, Oh Ternyata

"PAN sepertinya tak mau seperti NasDem yang perang terbuka dengan PDIP lantaran usung Ganjar sebagai nominator capres, tanpa menyertakan nama Puan," katanya.

"Itu dianggap mendahului keputusan politik PDIP. Dengan memasukkan nama Puan plus Ganjar, tentu PDIP tak merasa dilangkahi. Bahkan PDIP pasti berterima kasih ke PAN karena menjadi satu-satunya partai yang menominasikan Puan sebagai capres. Partai lain tak ada," kata Adi.

Kemudian, Adi melihat Zulhas juga tengah berupaya untuk membuka jalan bagi PDIP untuk berkoalisi dengan PAN. Menurutnya ini semacam penegasan dari PAN.

"Ini semacam landasan pacu bagi PAN yang siap terbuka berkoalisi dengan PDIP. PAN satu-satunya partai KIB yang aktif bangun komunikasi dengan PDIP. Ini menjadi penegas PAN siap berkoalisi dengan PDIP," ujarnya.

Adi juga mengomentari pertemuan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang merupakan upaya mengkomunikasikan potensi kedua parpol untuk membuat satu poos koalisi untuk Pemilu 2024.

"Tentu ini bagian komunikasi politik apakah di 2024 Nasdem bisa jalan bareng lagi dengan PDIP atau milih berbeda," ujar Adi.

"Ini semacam penegasan ulang apakah kedua partai bisa kerja sama atau tidak," sambungnya.

Menurut Adi, gesture politik yang ditunjukkan Paloh dan Puan dalam pertemuan di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (22/8), merupakan komunikasi awal menuju koalisi.

Sebab, dia melihat ada potensi Nasdem tidak sepakat dengan PDIP dalam hal sosok calon presiden (Capres) yang akan diusung di Pilpres 2024. (ast/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler