Analisis Ahli Virologi soal Kekuatan Vaksin Nusantara Vs Vaksin Konvensional

Selasa, 22 Juni 2021 – 19:31 WIB
Ahli virologi Prof Chairul A Nidom. Foto: tangkapan layar YouTube/Siti Fadilah Supari

jpnn.com, JAKARTA - Ahli virologi Prof Chairul Anwar Nidom menyatakan dukungannya atas Vaksin Nusantara. Tentu saja dukungan itu bukan tanpa alasan.

Peneliti virus itu mengaku bisa memahami penjelasan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto soal Vaksin Nusantara.

BACA JUGA: Iwan Fals Bingung Soal Vaksin Sinovac dan Nusantara

"Saya melihat Vaksin Nusantara berbeda karena dia tidak menentang virus, tetapi bersahabat," kata Prof Nidom dalam kanal Siti Fadilah Supari di YouTube baru-baru ini.

Ketua Riset CoV dan Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation Surabaya itu menjelaskan makna soal Vaksin Nusantara tidak menentang virus ialah yang membunuh Covid-19 bukan antibodi, tetapi imunitas.

BACA JUGA: Tidak Bela VakNus

"Saya melihat dari aspek virusnya. Kecepatan mutasi virus tidak bisa diikuti oleh penyiapan vaksin konvensional," ujarnya.

Jadi, menurut Prof Nidom, vaksin yang sudah dibuat tidak bisa membunuh virus yang bermutasi. Sebab, untuk membuat vaksin membutuhkan serangkaian proses yang panjang, bahkan bisa sampai puluhan tahun.

BACA JUGA: Hebat! Profesor Nidom dari Universitas Airlangga Temukan Penangkal Virus Corona

Oleh karena itu, Nidom menganggap Vaksin Nusantara yang digagas Terawan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. "Vaksin Nusantara itu cuma delapan hari sudah berganti jadi vaksin," ucapnya. 

Guru besar ilmu biokimia dan biologi molekular Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menambahkan vaksin yang ada sekarang tidak bisa mengikuti laju mutasi virus. 

"Jadi, tujuh jenis vaksin yang ada sekarang tidak bisa mengejar mutasi virus karena basisnya virus Wuhan pada 2019. Sekarang kan mutasinya sudah empat ribu sehingga tidak mungkin mengikuti," ulasnya.

Nidom menganggap kondisi itu diperparah pemahaman masyarakat tentang konsep vaksin masih rendah. Menurutnya, masyarakat menganggap vaksin akan mencegah serangan virus corona sehingga mengabaikan protokol kesehatan.

"Ini sangat disayangkan karena masyarakat belum tahu apa itu vaksin dan virus. Tidak semua virus bisa divaksin dan tidak semua vaksin bagus untuk virus," kata Nidom.(esy/jpnn)

 

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siti Fadilah Supari: Vaksin sebagai Garda Terdepan, Bukan Sekadar Beli


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler