Analisis Bang Neta Soal Bursa Calon Kapolri, Bintang Dua Juga Masih Berpeluang?

Senin, 16 November 2020 – 23:15 WIB
Neta S Pane. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menuturkan tidak semua jenderal bintang tiga atau komisaris jenderal (komjen) bisa ikut masuk dalam bursa calon Kapolri pengganti Idham Azis yang pensiun Januari 2021. 

"Bintang tiga di Polri saat ini cukup banyak, sedikitnya ada 13 orang tetapi tentunya tidak semua bisa ikutan dalam bursa calon Kapolri," kata Neta, Senin (16/11).

BACA JUGA: Bang Edi Sebut Sosok Paling Tepat Jadi Calon Kapolri, Siapa Dia?

Neta memprediksi para jenderal bintang tiga lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1987 tentu sulit masuk bursa calon Kapolri, mengingat Jenderal Idham Azis dari Akpol 1988.

Nah, Neta memprediksi yang bisa masuk bursa calon Kapolri adalah dari Akpol 1988A, Akpol 1988B, Akpol 1990, dan Akpol 1991.

BACA JUGA: Emrus: Calon Kapolri dari Bintang Dua Harus Dipertimbangkan

"Di wilayah ini cukup banyak figur jenderal yang mumpuni," tegasnya.

Namun, IPW melihat dari sekian banyak figur yang mumpuni, sepertinya Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri hanya memilih lima figur sebagai bakal calon Kapolri.

BACA JUGA: Hendardi: Membiarkan Kerumunan Pengagum Habib Rizieq Bukti Kegagapan Jokowi

"Nantinya, akan diserahkan kepada Presiden Jokowi untuk memilihnya," katanya.

Namun, Neta mengatakan proses pemilihan oleh Wanjakti Polri itu juga masih lama, atau pertengahan Januari 2021.  "Usai Polri melakukan tugas besar yakni pengamanan Natal (2020), dan Tahun Baru 2021," ujarnya.

Sebelumnya, Neta menuturkan ada empat syarat yang harus diperhatikan Jokowi dalam memilih calon Kapolri.

"Dengan keempat kriteria ini tentunya calon Kapolri bisa juga diambil dari bintang dua," katanya.

Kebetulan, kata Neta, dalam waktu dekat ada dua jenderal bintang tiga yang pensiun.

Sehingga, jenderal bintang dua itu bisa didorong ke sana untuk kemudian masuk ke dalam bursa calon Kapolri.

"Peluangnya masih terbuka dan semua tergantung presiden," kata Neta.(boy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler