Analisis Hendri: Sepertinya Hal Ini yang Bikin Bu Mega Jengkel ke Surya Paloh

Rabu, 02 Oktober 2019 – 23:03 WIB
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Analis politik Hendri Satrio tak heran bila terjadi perang dingin antara Megawati Soekarnoputri dengan Surya Paloh, pascaviral video Presiden Kelima RI, itu tak menyalami ketua umum Partai NasDem tersebut, di acara pelantikan anggota DPR, DPD dan MPR pada Selasa (1/10).

Bahkan ada yang membaca gestur Megawati saat berjalan di depan Paloh, seperti melengos. Hal itu juga memunculkan banyak spekulasi, termasuk dari Hendri yang menilai ketua umum PDI Perjuangan itu sepertinya jengkel terhadap manuver-manuver politikus berusia 68 tahun itu.

BACA JUGA: Analisis Pengamat Soal Megawati Soekarnoputri Tak Salami Surya Paloh

Sejumlah manuver Paloh di antaranya mengumpulkan partai-partai koalisi pendukung Joko Widodo - Ma'ruf Amin usai Pilpres lalu di Kantor DPP NasDem Gondangdia. Bahkan sebelumnya ada masalah pembajakan kader partai berlambang banteng moncong putih oleh NasDem.

"Memang kejengkelan Ibu Megawati, itu sejak kader PDI Perjuangan istilahnya dibajak sama NasDem, atau pindah ke NasDem. Terakhir itu kan ceritanya Risma itu (mau diusung NasDem di Pilkada DKI 2022)," ucap Hendri, saat berbincang dengan jpnn.com, Rabu malam (2/10).

BACA JUGA: Reaksi Demokrat Soal Video Viral Megawati Tak Salami AHY

Nah, pascainsiden Megawati melengos itu, Hendri yakin bahwa Surya Paloh lagi berpikir bagaimana caranya mencairkan kembali hubungannya dengan putri Bung Karno tersebut. Meskipun mantan politikus Golkar itu mengaku tidak ada masalah personal dengan teman koalisinya itu.

"Kalau dia (Paloh) mungkin tidak ada masalah, tapi Ibu Megawati masalah, kan jadi masalah. Itu urusannya," tukas pendiri lembaga KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) ini.

BACA JUGA: Berapa Harta Kekayaan Lora Fadil, Anggota DPR yang Bawa Tiga Istrinya ke Pelantikan?

Oleh karena itu, tambah pengajar di Universitas Paramadina ini, bisa jadi wacana poros Teuku Umar - Kertanegara, istilah untuk koalisi PDI Perjuangan dengan Gerindra bisa saja menjadi kenyataan. Namun, itu sangat tergantung apakah partai pimpinan Prabowo Subianto mau bergabung dengan partai banteng, atau tidak di parlemen.

BACA JUGA: Penjelasan PDIP dan NasDem Soal Viral Video Megawati Tak Salami Surya Paloh

"Kalau dirunut-runut, memang Prabowo lebih dekat dengan Megawati dari pada Surya Paloh ke Megawati kan. Ya kita lihat saja nih, apakah akan berhasil Surya Paloh mencairkan hati Megawati? Yang jelas SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) saja belum bisa," tandas Hendri.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler