Analisis Neta IPW soal Kaitan Penangkapan Djoko Tjandra dengan Calon Kapolri

Jumat, 28 Agustus 2020 – 22:38 WIB
Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam program NgomPol di kanal jpnn.com di YouTube. Foto: YouTube

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai penangkapan terhadap Djoko S jandra tidak ada kaitannya dengan nama-nama di bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis.

Neta menyebut langkah polisi menangkap buron kelas kakap terpidana korupsi pengaliohan hak tagih (cessie) Bank Bali itu murni dalam rangka penegakan hukum.

BACA JUGA: Neta IPW: Ini Kesalahan Fatal, Sama Saja Mengikuti Rezim Orde Baru

"Kasus Djoko Tjandra tidak ada kaitan dengan bursa Kapolri baru. Kasus ini terjadi kami duga karena kebobrokan di kepolisian," ujar Neta pada program 'Ngomongin Politik' kanal jpnn.com di YouTube.

Menurut Neta, ulah Djoko Tjandra telah menyeret dua petinggi kepolisian. Bos PT Era Giat Prima itu saat berstatus buron juga leluasa keluar ataupun masuk Indonesia, bahkan sempat mengurus pembuatan kartu tanda penduduk (KTP).

BACA JUGA: Firli KPK Naik Helikopter Jadi Polemik, Neta IPW Curigai Taliban & The Gang

Neta menambahkan, IPW sempat melayangkan protes ke Polri ketika kasus Djoko S Tjandra mencuat. Namun, protes itu tak ditanggapi.

"Sampai kemudian kami terpaksa membuka ini secara gamblang. Nah, ketika terbuka, muncul opini seolah-olah kasusnya dipolitisiasi untuk memojokkan Kabareskrim (Komjen Listyo Sigit Prabowo) yang disebut calon kuat Kapolri," ucapnya.

BACA JUGA: Neta IPW Tantang Jokowi Audit Rekening Para Jenderal Polri, Berani?

Opini lain kemudian mengemuka setelah Polri berhasil membawa pulang Djoko Tjandra  ke Indonesia. Menurutnya, opini itu memberi kesan penangkapan terhadap Djoko Tjandra sebagai prestasi Komjen Sigit.

"Jadi, ada dualisme di sini. Artinya, orang tertentu mau seenaknya sendiri bersikap mau menguntungkan kelompoknya. Ketika dibawa pulang seolah-olah prestasi Kabareskrim, ya tidak. Kan yang menangkap itu polisi Malaysia," tuturnya.

Menurut Neta, calon kapolri pengganti Idham Azis saat ini berpangkat inspektur jenderal. Mantan wartawan itu lantas menyebut nama Irjen Pol Nana Sudjana yang saat ini memimpin Polda Metro Jaya.

"Dari informasi yang kami dapat, nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana karena informasinya (calon Kapolri) dari bintang dua. Cuma memang injury time bisa saja tiba-tiba muncul nama lain," pungkas Neta.(gir/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler