Analisis Rocky Gerung Soal Kudeta Partai Demokrat

Sabtu, 06 Februari 2021 – 22:53 WIB
Rocky Gerung dalam dialog di akun YouTube Trilogi TV. Foto: tangkapan layar/ Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung menilai upaya kudeta Moeldoko atas Partai Demokrat merupakan bagian dari rencana menjegal Anies Baswedan dalam kontestasi Pilpres 2024. 

Alasannya, karena Anies dinilai sebagai calon potensial yang bisa menghalangi penguasa saat ini meneruskan ambisinya memimpin Indonesia.

BACA JUGA: Soal Video Kasatnarkoba AKP David Dugem di Kelab Malam, Kombes Hadi: Perintah Kapolda Sangat Tegas

"Kudeta Demokrat itu dengan isu soal Anies Baswedan itu satu napas. Dugaan saya, enggak ada pentingnya kudeta itu jika nggak ada penantang dalam politik, dan itu namanya Anies Baswedan," kata Rocky di kanal YouTube pribadinya.

Nama Anies Baswedan yang belakangan makin mencuat dengan berbagai pencapaian, baik itu tingkat nasional maupun global dinilai sebagai pengganggu.

BACA JUGA: Siswi SMA Ditemukan Menangis di Kamar Hotel, Mengaku Baru Ditiduri Pria Lain, Pacarnya Ternyata

"Anies Baswedan selalu jadi faktor, entah di depan, di pinggir, di kiri atau di kanan. Karena potensi Anies untuk mengganggu establishment (kemapanan) itu lah yang hendak dibatalkan melalui kudeta," katanya.

Menurut pakar filsafat ini, dengan menguasai Partai Demokrat maka kemungkinan lahirnya koalisi baru di masa depan (pilpres) dapat dihalangi. Sehingga pasangan capres dan cawapres akan ditentukan entah itu dari PDI Perjuangan, Golkar atau partai koalisi pemerintah lainnya.

BACA JUGA: Reaksi Aktivis Milenial Indonesia Soal Isu Kudeta Demokrat, Menohok Banget

"Cerita panjangnya sebenarnya ujung-ujungnya di situ," katanya.

Sebelumnya, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago juga punya analisis tajam terkait isu kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi ketua umum Partai Demokrat. Ia melihat isu ini tidak sekadar untuk mendongkel kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan merebut kendali partai berlambang bintang mercy. 

Menurutnya, salah satu irisan dari upaya merebut kepemimpinan di Demokrat secara paksa adalah Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. 

"Ini tidak hanya soal Demokrat, tetapi juga punya irisan dan korelasi dengan desain Pilpres," ucap Pangi, Kamis malam (4/2). 

BACA JUGA: Mbak Mar Jadi Korban Kebrutalan Mantan Suami, Dianiaya Sampai Kayak Begini

"Bagaimana Presiden Jokowi aman dan nanti anak dan mantunya enggak diganggu kalau presiden selanjutnya adalah orang beliau, bukan musuh politiknya," lanjutnya. (esy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler