Analisis Tridianto soal Renggangnya Hubungan Demokrat dengan Koalisi Prabowo

Sabtu, 11 Mei 2019 – 22:00 WIB
Tridianto. Foto: dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Tridianto menilai hubungan Partai Demokrat (PD) dengan sesama anggota Koalisi Indonesia Adil dan Makmur pengusung Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno kian renggang. Menurutnya, penyebab kerenggangan hubungan tersebut karena Prabowo - Sandi kalah di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Tri mengatakan, sejak awal Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersikap setengah hati dalam mendukung Prabowo di Pilpres 2019. “Atau terpaksa mendukung Prabowo karena ditolak masuk koalisi 01 (Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin, red), maka Demokrat limbung," ucap Tri kepada wartawan, Sabtu (11/5).

BACA JUGA: Update Real Count KPU: Mendekati 80 Persen, Prabowo - Sandi Masih Tertinggal Jauh

Karena itu Tri mengaku sependapat dengan Kivlan Zen yang menyebut PD bersikap abu-abu di Pilpres 2019. Dalam pandangan Tri, PD tengah berupaya mencari celah agar bisa masuk ke koalisi pendukung Jokowi - Ma'ruf.

"Kan memang Demokrat sejak awal sikapnya abu-abu, tidak jelas. Benar juga yang dikatakan Pak Kivlan itu (PD, red) tidak jelas kelaminnya. Makanya sekarang Demokrat cari jalan merapat ke Jokowi," tuturnya.

BACA JUGA: Begini Bayangan Kabinet Jokowi jika 01 yang Menang Pilpres

Mantan ketua DPC PD Kabupaten Cilacap itu menambahkan, SBY berkepentingan menyediakan panggung bagi putranya, Agus HArimurti Yudhoyono. Karena itu, katanya, PD berupaya merapat ke koalisi Jokowi - Ma’ruf agar AHY memiliki jabatan di pemerintahan.

"Kan targetnya SBY menyelamatkan Demokrat dengan AHY bisa tetap beredar. Kalau dulu Demokrat adalah SBY, sekarang kan mau dibikin Demokrat adalah AHY. Makanya bagaimana caranya AHY bisa masuk ke dalam kekuasaan," ulasnya.(fat/jpnn)

BACA JUGA: Rizal Ramli Berharap Jokowi Legawa Lepas Jabatan Seperti Bung Karno dan Gus Dur

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembelaan Agum Gumelar untuk SBY dari Makian Kivlan


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler