Ancam Demo Tuntut Gelar Pahlawan

Senin, 12 November 2012 – 06:55 WIB
BOGOR-Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Barat mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa akbar, bila pengajuan gelar pahlawan nasional bagi pejuang asal Jawa Barat, Abdullah Bin Nuh tak kunjung disetujui.

Unjuk rasa dengan melibatkan ribuan anggota PPM itu ditujukan kepada Kementerian Sosial RI sebagai bentuk protes atas minimnya penghargaan yang diberikan.

“Bila sampai akhir tahun, tidak kunjung ditanggapi. Maka, kami tidak akan tinggal diam melihat itu, aksi besar-besaran akan dilakukan,” kata Ketua PPM Jawa Barat, Helmi Sutikno kepada Radar Bogor (Grup JPNN), kemarin.

Menurut Helmi, penghargaan  pemerintah pusat terhadap pejuang memang masih dinilai lemah, baik dalam pemberian tanda kehormatan, maupun kesejahteraan. “Apalagi ini Abdullah Bin Nuh, seharusnya sudah tidak dipertanyakan lagi sepak terjang perjuangannya di tanah Sunda dan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasundan Cianjur, Abah Ruskawan mengatakan, Abdullah Bin Nuh sebagai putra dari Raden KH Muhammad Nuh bin Idris telah memenuhi persyaratan umum sebagai calon pahlawan nasional.

Ia merupakan pejuang kelahiran Cianjur, tepatnya di Kampung Bojong Meron, yang namanya dikenal di Nusantara, dan di luar negeri, seperti di Iran, Irak, Kairo, dan Mesir.

“Abdullah Bin Nuh juga pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata melalui PETA, dan BKR (Badan Keamanan Rakyat) atau perjuangan politik melalui KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), dan RRI (Radio Republik INdonesia) untuk mencapai, merebut, mempertahankan kemerdekaan serta berjuang melalui bidang sosial, da’wah, pengkaderan ummat dan lainnya,” ujarnya.

Abdullah Bin Nuh pun telah menghasilkan karya terbesar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia. Lebih dari 20 buku telah ditulis, mulai dari buku pelajaran agama islam, sejarah, hingga karya sastra.¨

Karangan paling monumentalnya berjudul ´Ana Muslimun Sunniyyun Syafi’iyyun´. Artinya, ´Saya Seorang Muslim Sunni Pengikut Syafi’i´. Itu merupakan buku 500 halaman berbahasa Arab berisi tentang ilmu fiqih, tauhid, dan tasawuf,¨ kata ustad Turmudi, pengurus Islamic Center Al Ghazali.

Sementara untuk bidang pendidikan, pendiri Islamic Center Al Ghazali dan Al Ihya itu pun turut mempelopori berdirinya Universitas Yogjyakarta dan berperan dalam pengembangan ilmu pengetahun di di bidang penyiaran atau radio.

Dalam buku tentang persaudaraan Islam yang terbit tahun 1925, Bin Nuh menulis: “Anda adalah saudaraku. Apapun keadaan anda dan apapun kebangsaan anda. Apapun bahasa anda dan bagaimanapun warna kulit anda. Anda saudaraku walaupun anda tidak kenal aku dan tidak tahu siapa bundaku. Walaupun aku tidak pernah tinggal serumah dengan anda dan belum pernah seharipun hidup bersama anda di bawah satu atap langit.” (cr2)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Tekan Angka Pengangguran di Sumut Lewat Modal Kerja

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler