Ancam Pecat Jika ada PNS Terlibat

Pencurian Artefak Kuni Museum Nasional

Minggu, 15 September 2013 – 07:32 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menebar psywar pasca raibnya empat koleksi kuno Museum Nasional. Mendikbud Mohammad Nuh mengancam langsung memecat PNS, jika terbukti terlibat mendalagi pencurian itu.

 

Upaya menebar ancaman seperti itu memang disengaja. Sehingga bisa membuat kekhawatiran terhadap oknum-oknum PNS Kemendikbud yang terlibat dalam kejahatan barang antik tadi.

BACA JUGA: Remunerasi PNS Bakal Pakai Skema Baru

Namun sampai saat ini Nuh mengaku belum mencium gerak-gerik mencurigakan dari anak buahnya. Baik itu PNS di kantor Kemendikbud pusat maupun yang ditugaskan di Museum Nasional.

BACA JUGA: Tren Kepala Daerah Bermasalah Naik

"Jika memang nanti terbukti ada PNS terlibat, langsung jablas (dipecat, red)," kata dia kemarin. Mantan rektor ITS Surabaya itu menuturkan Kemendikbud menyerahkan otoritas pemeriksaan dugaan-dugaan kasus ini ke kepolisian. Dia mengatakan kasus ini digarap keroyokan mulai dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan polsek setempat.

Saat disinggung apakah ada potensi pimpinan pengelola Museum Nasional terlibat, Nuh menjawab diplomatis. "Sekalilagi wewenang menemukan pelakunya itu polisi," kata dia. Selama ini Museum Nasional dikepalai (direktur) oleh Intan Mardiana. Intan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Museum dan Sejarah Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud.
 
"Bu Intan itu profesional pekerjaannya. Dia sudah paham betul seluk belum Museum Nasional," ujar Nuh. Dia mengatakan dalam waktu dekat ini belum ada rencana mutasi pejabat terkait kasus hilangnya artefak di Museum Nasional. Namun gelombang mutasi ini tidak bisa dipungkiri, jika nanti hasil penyidikan polisi menyebutkan ada keterlibatan orang internal Kemendikbud.
 
Menurut informasi di internal Kemendikbud, pengelolaan sistem Museum Nasional sangat memprihatinkan. Saat ini yang banyak disorot adalah keberadaan close circuit television (CCTV). Ternyata selama ini tidak ada laporan berkala hasil rekaman kepada pengelola. Bahkan kondisi ruangan pusat operator CCTV sering tidak ada petugasnya.
 
Nuh mengatakan akan segera menjalankan manajemen baru terhadap pengelolaan Museum Nasional, dan museum-museum di Indonesia lainnya. Diantaranya pelaporan secara berkala hasil rekaman CCTV. Dia mengatakan kondisi di Museum Nasional, memang tidak ada laporan data CCTV secara berkala oleh petugas keamanan kepada pimpinannya. Kondisi ini bisa terjadi karena pimpinan pengelola Museum Nasional tidak mengurusi data rekaman CCTV itu.
 
"Awalnya mingu ganti minggu tidak dilaporkan tidak apa-apa. Kemudian bulan ganti bulan tidak dilaporkan tidak apa-apa. Akhirnya bertahun-tahun tidak ada pelaporan rekaman CCTV," papar Nuh. Dia menugaskan Ditjen Kebudayaan untuk mengirim informasi peringatan kepada seluruh pengelola museum di Indonesia.
 
Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan mengatakan sudah menerbitkan surat edaran untuk pengelola museum di seluruh Indonesia. Dalam surat edaran itu, Kacung meminta supaya pengelola museum meningkatkan kewaspadaan terkait resiko pencurian koleksi bersejarah.

BACA JUGA: Maaf Belanda Dapat Apresiasi

Peningkatan standar pengamanan itu meliputi bangunan museum, koleksi museum, aset-aset museum, dan pegawai serta pengunjung museum. (wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Melejit Akibat Publik Jenuh pada Perilaku Elit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler