Andai M Nuh Tak Ikut Lelang, Tidak Mungkin Motor Listrik Laku Rp 2,5 M Lebih

Sabtu, 23 Mei 2020 – 05:11 WIB
KTP milik M Nuh, pemenang lelang sepeda motor listrik, berani beli Rp2,55 miliar. Foto: ANTARA/HO

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan, pengusaha muda Warren Tanoesoedibjo ditetapkan sebagai pemenang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi, dalam konser amal virtual bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo", Minggu (17/5).

Pasalnya, Warren Tanoe bersedia meningkatkan tawaran harga motor listrik senilai Rp2,550 miliar.

BACA JUGA: Heboh Lelang Motor Listrik, Ibrahim Ungkap Siapa M Nuh yang Sebenarnya

"Akhirnya setelah panitia menghubungi beberapa nama, jatuhlah kepada Warren yang bersedia meningkatkan penawarannya sama dengan M. Nuh (sebesar Rp2,550 miliar)," kata Bamsoet saat konferensi pers di Graha BNPB Indonesia, di Jakarta, Jumat (22/5).

Bamsoet menjelaskan, dalam acara lelang konser amal itu, ada beberapa nama yang menawar harga tertinggi yaitu M. Nuh asal Jambi Rp2,550 miliar, Gabriele Mowengkang seorang pengusaha Manado (Rp2,5 miliar), Maruara Sirait (Rp2,4 miliar), Warren Tanoesoedibjo Rp2,1 miliar, dan Ishak asal Bogor (Rp1,8 miliar).

BACA JUGA: Mursidah Kerahkan Anak Buah Mencari Nuh si Pemenang Lelang Motor Listrik, Gagal

Menurut dia, setelah M. Nuh yang mengaku pengusaha asal Jambi itu menyatakan mundur, ada beberapa pengusaha yang berani menawar motor listrik tersebut di atas harga Rp2,550 miliar.

"Namun, kita tetap konsisten mengutamakan peserta lelang di bawahnya saat acara lelang kemarin," ujarnya.

BACA JUGA: Prof Zainuddin Minta Awal Tahun Ajaran Baru Jangan Januari, Begini Alasannya

Bamsoet mengatakan, banyak peminat motor listrik merk Gesits milik Presiden Jokowi tersebut karena ingin memiliki sebuah motor dengan tanda tangan presiden yang akan menjadi kenangan dan koleksi pribadi seumur hidupnya.

Selain itu, dia mengakui pihaknya kena gurauan atau prank yang dilakukan M. Nuh yang mengaku seorang pengusaha tambang asal Jambi.

Menurut dia, ada juga penyebar hoaks terhadap acara Konser Virtual Berbagi Kasih Bersama Bimbo yang dilakukan "emak-emak" dan di tangkap Polda Kalimantan Tengah.

"Kepada keduanya (Nuh dan emak-emank, red), kami telah memohon kepada Polda Jambi dan Polda Kalteng untuk dilepas. Kenapa? Karena kami sendiri merasa tidak ada masalah, tidak ada yang dirugikan," ujarnya.

Dia menilai tanpa M. Nuh yang nge-prank, tidak mungkin harga motor listrik milik Presiden Jokowi itu harganya bisa mencapai Rp2,5 miliar lebih.

Ketua Panitia Pelaksana konser amal virtual bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo", Olivia Zalianty mengumumkan pemenang lelang motor listrik milik Presiden Joko Widodo adalah pengusaha Warren Tanoesoedibjo dengan harga Rp2,550 miliar.

"Kami langsung memperkenalkan pemenang resmi lelang motor Gesits buatan anak bangsa, motor listrik pertama di Indonesia, langsung saja kita persilakan Warren Tanoesoedibjo," kata Olivia dalam konferensi pers di Graha BNPB Indonesia, di Jakarta, Jumat.

Olivia mengatakan, acara konser amal virtual bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu (17/5) tidak ada rekayasa karena didasari niat baik seluruh masyarakat Indonesia yang ingin menyumbang dan berpartisipasi untuk mengikuti lelang juga diperbolehkan.

Menurut dia, nilai motor listrik tersebut melambung tinggi dan saat itu ditetapkan pemenangnya adalah M. Nuh lalu keesokan harinya panitia acara memverifikasi untuk menelpon pemenang.

"Hari esoknya setelah acara konser amal, kami memverifikasi, menelpon pemenang ternyata telponnya tidak bisa aktif. Dan menurut arahan Ketua Juru Lelang Roesan Roeslani sebagai Ketua Kadin menyarankan saya untuk mendata siapa saja pemenang kedua, ketiga tertinggi setelah M. Nuh," ujarnya.

Dia mengatakan dirinya menghubungi pemenang kedua yang ikut melakukan lelang pada saat itu yaitu Warren Tanoe dan usianya masih muda sekitar 19 tahun.

Warren menyatakan ingin sekali membeli motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi dan siap membeli dengan harga yang sama, dengan harga yang ditentukan oleh pemenang lelang yang lalu. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler