Andakara Prastawa Puji Kinerja Coach Milos di FIBA Asia Cup 2022

Selasa, 19 Juli 2022 – 23:59 WIB
Kapten Timnas Indonesia Andakara Prastawa saat menghadiri konferensi pers di Istora Senayan, Selasa (19/7/2022). Foto: Muhammad Naufal/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kegagalan Indonesia melaju ke babak perempat final FIBA Asia Cup 2022 membuat publik basket Tanah Air mengevaluasi kinerja Milos Pejic.

Pelatih asal Serbia itu dinilai kurang berhasil mengembangkan permainan Arki Dikania Wisnu dan kawan-kawan selama Piala Asia basket.

BACA JUGA: Buzzer Beater Freddy Ibrahim Pupus Asa Taiwan Melaju ke Babak Delapan Besar FIBA Asia Cup 2022

Meski meraih kemenangan dengan skor 80-54 saat menghadapi Arab Saudi di laga pertama, dua laga berikutnya tim peraih medali emas SEA Games 2021 itu kalah dari Yordania (65-74) dan Australia (53-78). 

Indonesia akhirnya gagal melangkah ke babak perempat final FIBA Asia Cup 2022 seusai terganjal langkahnya oleh China di babak playoff dengan skor 58-108.

BACA JUGA: Menpora Tetap Apresiasi Timnas Basket Indonesia Meski Gagal ke Perempatfinal FIBA Asia Cup 2022

Meski gagal membawa Indonesia meraih prestasi tertinggi, kapten tim Andakara Prastawa menilai pelatih sudah berbuat yang terbaik selama ini.

Tidak heran pemain asal tim Pelita Jaya Bakrie itu enggan menyebut pelatih sebagai kambing hitam kekalahan Timnas Indonesia.

BACA JUGA: Dibantai China, Timnas Basket Indonesia Kubur Impian Tampil di FIBA World Cup 2023

"Menurut saya ganti pelatih bukan solusi, urusan pelatih bukan ranah pemain. Pemain yang harus improve dan fokus terhadap pengembangan diri," ungkap Prastawa.

Kinerja Milos Pejic sejatinya perlu diapresiasi mengingat mantan pelatih Indonesia Patriots itu ditunjuk sehari sebelum FIBA Asia Cup 2022 berlangsung.

Tangan dingin pelatih asal Serbia itu kurang bertuah selama Timnas Indonesia berlaga di Piala Asia basket di babak fase grup meski sebelumnya mengantar Abraham Damar Grahita cum sui meraih medali SEA Games 2021.

Skema offense maupun defense yang dilancarkan kerap kali mudah terbaca oleh tim lawan sehingga Indonesia sedikit kewalahan menghadapi negara-negara Asia-Pasific yang berlaga di turnamen FIBA Asia Cup.

Kendati gagal membawa Indonesia melangkah jauh, Milos Pejic sendiri optimis dengan skuad yang masih muda ke depannya basket Indonesia punya masa depan cerah.

"Kami tidak ingin berhenti di sini, kami baru saja memulai sebuah tujuan besar yang dimulai dengan langkah kecil," ungkap pelatih kelahiran 22 Oktober 1968 itu. (mcr16/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Muhammad Naufal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler