Andreas Nico, Pebasket Freestyle yang 2 Kali Juara di IOXC Kemenpora

Senin, 29 Juni 2020 – 18:20 WIB
Andreas Nico Lukifala. Foto: dokpri/kemenpora.go.id

jpnn.com, JAKARTA - Kejuaraan Indonesia X-Treme Open Championship (IOXC) yang diselenggarakan Kemenpora menjadi kenangan tak terlupakan bagi Andreas Nico Lukifala.

Nico mampu menorehkan catatan apik, menjadi kampiun dua tahun berturut-turut (2016 dan 2017) pada ajang freestyle basket.

Capaian itu dilalui Nico dengan perjuangan yang keras. Dia harus berlatih dan sempat gagal.

BACA JUGA: Kemenpora Utamakan Pelayanan Publik untuk Perbaikan Tata Kelola Birokrasi

Evaluasi yang dilakukannya akhirnya berbuah manis. Dia mampu menjadi yang terbaik dan berhasil menjadi juara 1ON1 freestyle basket.

“Aku belum tahu sama sekali kalau IOXC itu ajang gede banget. Jadinya pas 2015, aku enggak dapat juara sama sekali. Aku tanya temanku, tahun depan ada lagi enggak? Dia bilang ada. Terus aku latihan tuh setahun full. Akhirnya menang di tahun 2016. Nah, tahun 2017 aku ikutan lagi. Padahal cuma bawa uang Rp 500 ribu. Aku tetap berangkat ke Manado, karena enggak mau banget ketinggalan IOXC. Itu acara gede banget kan” kenang mahasiswa yang berusia 21 tahun itu.

Gelar juara yang didapat Nico ini ternyata memiliki peran penting dalam karier dia.

BACA JUGA: Kemenpora Menyerahkan Bantuan APD untuk RSGM Universitas Prof Dr Moestopo 

Nico berhasil manggung dipentas internasional setelah melalui serangkaian seleksi nasional yang diselenggarakan (Asosiasi Bolabasket Seni Indonesia) ABSI.

Dia pun berangkat ke Taiwan pada 2018 untuk mengikuti ajang Baller Time.

BACA JUGA: DPR: Anggaran Pemuda dan Olahraga di Kemenpora Harus Proporsional

Bersama rekannya Surajie, mereka hanya bisa mencapai babak delapan besar.

Meski begitu, penampilan keduanya menuai pujian. Capaian tersebut tetap dia syukuri meski gagal mencapai final.

Nico terus bertekad untuk meningkatkan kualitasnya demi kejuaraan yang akan datang.

Sebab, freestyle basket sudah menjadi passion-nya. Apalagi, dia sudah mulai berlatih sejak 2007 silam.

“Kalau ditanya kenapa aku suka banget (freestyle basket), karena dari hati. Kalau bisa digambarkan dengan satu kalimat, buat aku passion dan lifestyle sih. Kayaknya enggak akan berhenti selagi masih fisik kuat. Jadi aku bertahan sampai belasan tahun karena ini keinginan aku, enggak ada larangan atau paksaan siapa-siapa.” katanya.

Nico mengawali karier dengan bergabung di Masa Depan Freestyle (MDF), sebuah komunitas binaan Richard Insane, salah satu legenda street ball Indonesia yang masih aktif hingga sekarang.

Debut Nico sebagai profesional freestyler diawali dengan mengikuti ajang Thanks God I'm Freestyler (TGIF) pada 2012.

Pertama kali ikut kompetisi dan langsung juara satu. Kini, di masa pandemi Covid-19, Nico tetap berlatih untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Ini dilakukannya untuk menghadapi kejuaran di masa mendatang. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kemenpora   Basket  

Terpopuler