Aneh, Jumlah Sekolah Terakreditasi A Meningkat Namun Rangking PISA Jeblok

Kamis, 17 Desember 2020 – 02:35 WIB
Ilustrasi - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 22 Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Devi Nindy/am.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Akreditasi Nasional-Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) Toni Toharudin mengatakan jumlah sekolah terakreditasi A dan B makin banyak.

Namun, jika sistem akreditasi dikaitkan dengan hasil ujian nasional atau skor Programme for International Student Assessment (PISA), hasilnya tidak menggembirakan.

BACA JUGA: Terima Sertifikat Akreditasi, Pusdiklatkesos Dapat Nilai A

"Jumlah sekolah terakreditasi A dan B makin banyak tetapi rangking kita di PISA masih rendah," ujar Toni dalam diskusi publik bertema Sistem Akreditasi Baru yang digelar secara daring, Rabu (16/12).

Menurut Toni, penting bagi BAN-S/M mengevaluasi diri setelah 20 tahun akreditasi berjalan. Termasuk benchmarking dengan akreditasi di negara-negara lain agar akreditasi lebih efektif.

BACA JUGA: Menkes Terawan Keluarkan Pernyataan Tegas, Jangan Coba-coba

Meski kuota akreditasi memang ada paksaan dari APBN namun tidak semua kuotanya bisa terpenuhi. Itu sebabnya ada backlog dari tahun ke tahun, misalnya sekolah/madrasah yang sudah habis masa akreditasinya belum bisa terjangkau.

Dikatakan Toni, BAN-S/M tengah mengupayakan suatu perubahan mendasar yaitu merancang sistem baru yang responsif terhadap digitalisasi dan pandemi yang masih melanda bangsa.

BACA JUGA: Nadiem Makarim: Siswa Vokasi Bebas Memilih Kapan Lulusnya

Harapannya, dengan sistem dashboard monitoring secara otomatis akan memberi notifikasi jika ada sekolah/madrasah yang kualitasnya menurun dengan sistem peringatan terkomputerisasi.

“Kalau kualitas dan kinerja sekolah atau madrasah menurun, maka dia akan menjadi target akreditasi. Bila sekolahnya status quo dan yang bersangkutan tidak ada keinginan menaikkan status akreditasi, maka sertifikat akreditasi di status yang sama akan terbarukan secara otomatis. Ini istilahnya otomasi akreditasi,” jelas Toni.

Dashboard monitoring dari otomasi akreditasi juga akan membantu BAN/S-M mengelola proses akreditasi satuan pendidikan dengan lebih rapi dan praktis, sehingga kalau ada indikasi penurunan, asesor dapat melakukan visitasi manual agar efektif dan efisien.

Toni menjelaskan tiga sasaran akreditasi, yaitu adanya indikasi penurunan kinerja menurut dashboard, sekolah/ madrasah ingin meningkatkan status akreditasi, dan laporan masyarakat yang terverifikasi.

Namun, karena dashboard mendapatkan data sekunder yang berasal dari basis data kementerian yang terintegrasi, dashboard baru akan efektif jika data memiliki integritas.

Data yang dimaksud adalah data pokok pendidikan (Dapodik) milik Kemendikbud, education management information system (Emis) milik Kementerian Agama, serta data asesmen kompetensi minimal, survei karakter dan survei lingkungan belajar yang terpadu dalam asesmen nasional.(esy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler