Anggap Prabowo Vs Jokowi Ibarat David Lawan Goliath

Rabu, 19 Desember 2018 – 05:15 WIB
UNDIAN NOMOR: Dua calon presiden (capres) Joko Widodo dan Prabowo Subianto saat penarikan undian nomor urut di KPU, Jumat (21/9) malam. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Letjen TNI Marinir (Purn) Suharto mengibaratkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 seperti pertarungan David melawan Goliath. Mantan Komandan Korps Marinir itu menyebut kubu Prabowo Subianto laksana David, sedangkan Joko Widodo sebagai petahana seperti Goliath.

"Ini seperti David versus Goliat. Petahana punya semua, keamanan, media, BIN, uang dan TNI juga dia punya,” ujar Suharto dalam diskusi bertajuk Keamanan Pilpres 2019: Optimisme Atau Kekhawatiran? yang digelar Seknas Prabowo-Sandi di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).

BACA JUGA: Jatim jadi Kunci Kemenangan Capres – Cawapres, Mengapa?

Menurut Suharto, kubu Prabowo sebagai penantang calon presiden hanya punya satu hal. “Hanya satu, yaitu Gusti Allah," sebutnya.

Suharto menyebut perbedaan kekuatan dua kubu yang bertarung di Pilpres 2019 merupakan wujud ketidakadilan. Karena itu dia mengkhawatirkan ketidakadilan yang dibiarkan berlarut-larut akan memunculkan radikalisme. 

BACA JUGA: Jubir Prabowo Minta Publik Tak Persoalkan Gelar Akademis

"Radikalisme itu keluar dari ketidakadilan, tidak adil dalam berkehendak, berpikir dan bertindak. Harus dicap jelek orang yang berpikir dan bertindak tidak adil," ucapnya. 

Suharto juga mengatakan, banyak kebijakan terkait pemilu yang diambil menjurus pada ketidakseimbangan dua kubu yang bertarung. Dia mencontohkan ketidakseimbangan dalam pengambilan nomor urut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

BACA JUGA: PDIP: Ucapan Prabowo Delusi dan Ditertawakan Rakyat

Menurutnya, kesepakatan awalnya hanyalah menggunakan nomor urut 1 dan 2. Namun, Suharto menduga ada kepentingan tertentu sehingga diubah menjadi nomor 01 dan 02. 

Suharto juga menduga ada ketidakadilan dalam masalah daftar pemilih tetap (DPT), e-KTP, hingga kotak suara yang terbuat dari kardus. “Jadi, ada kecenderungan nantinya sudah enggak betul, sudah berbicara tidak dari hati," pungkas Suharto.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Biar Aman, Prabowo – Sandi Harus Menang Selisih Dua Digit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler