Anggota Brimob 25 Orang, Kelompok Kriminal Bersenjata Lebih Banyak, Warga Mengungsi

Sabtu, 10 April 2021 – 11:58 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. (ANTARA/Evarukdijati)

jpnn.com, JAYAPURA - Guru korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, bertambah.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan, ada laporan kepala sekolah bernama Yonatan Randen ditembak di Julugoma, Distrik Beoga, Jumat (9/4) saat bersama warga hendak mengungsi ke Koramil Beoga.

BACA JUGA: KKB Nau Waker Diburu Aparat Sejak 2018, Sampai Sekarang Belum Tertangkap

"Penembakan yang dilakukan KKB di Beoga brutal, karena selain menembak juga membakar sekolah yang ada di Julugoma," kata Fakhiri di Jayapura, Sabtu (10/4).

Dia mengatakan, saat ini warga sudah mengungsi ke pos TNI di Beoga dan akan segera dievakuasi ke Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

BACA JUGA: Tempat Wisata Dibuka tetapi Mudik Dilarang, Ini Kata Wagub Emil Dardak

"Lebih dekat ke Sugapa daripada ke Ilaga. Sedangkan jenazah kedua korban penembakan belum dievakuasi karena tidak ada yang berani mendarat di Beoga," katanya.

"Di Polsek Beoga ada 25 anggota Brimob. Namun dari laporan yang diterima anggota KKB juga cukup banyak sehingga lebih fokus mengamankan warga sipil yang kini sudah mengungsi," kata Irjen Fakhiri.

BACA JUGA: Kuasa Hukum Habib Rizieq Pertanyakan Asal Video Teroris yang Mengaku Anggota FPI

Kasus penembakan terhadap guru di Beoga menyebabkan dua orang meninggal yakni Oktovianus Rayo (42 th) ditembak Kamis (8/4) dan Yonathan Randen yang ditembak Jumat (9/4).

Jenazah keduanya dijadwalkan dievakuasi Sabtu (10/4) ke Timika kemudian Makassar dan selanjutnya ke Toraja untuk dimakamkan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler