Anggota Komisi X DPR Sebut Perjuangan Guru Honorer Nonkategori Cukup Berat

Rabu, 04 Maret 2020 – 17:18 WIB
Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non-Kategori 35 Tahun ke Atas (GTKHNK 35+) menggelar Rakornas di Kemayoran, Jakarta, 20 Februari 2020. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Prof Zainuddin Maliki setuju dengan tuntutan guru dan tenaga kependidikan honorer nonkategori yang berusia di atas 35 tahun, agar Presiden Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan mereka jadi PNS.

Namun demikian, Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini menilai tuntutan itu sebuah perjuangan yang berat karena itu domainnya eksekutif, dan keputusannya ada di tangan presiden.

Saat ini, katanya, DPR sedang berjuang supaya pengangkatan tenaga honorer tersebut diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN).

BACA JUGA: Perpres PPPK tak Kunjung Terbit, Titi Honorer K2 Merasa Posisinya Makin Sulit

"Intinya (revisi UU ASN) untuk melindungi tenaga honorer. Nonkategori kemudian minta dikeluarkan Keppres supaya bisa jadi PNS, karena bidan sudah begitu. Saya setuju dengan aspirasi itu, tetapi berjuang dengan target itu cukup berat," kata Prof Zainuddin saat dikonfirmasi jpnn.com, Rabu (4/3).

Meskipun berat, lanjutnya, DPR tetap akan mengusahakan supaya pemerintah bekerja keras mengakomodir pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS lewat revisi UU.

BACA JUGA: Baleg DPR Menanggapi Honorer yang Pesimistis Revisi UU ASN Bisa Tuntas

Setelah perubahan UU itu ditetapkan, ke depan tidak dibolehkan lagi rekrutmen pegawai kecuali PNS dan PPPK.

Legislator Dapil Jawa Timur X ini berharap setelah revisi UU ASN selesai, pemerintah betul-betul melakukan reformasi birokrasi agar dengan SDM yang ada, pelayanan terhadap masyarakat bisa dipenuhi di semua bidang.

BACA JUGA: Bos Amigos Kemang: Saya Membuat Kesalahan karena Bilang Kami Tutup Sementara

Prof Zainuddin juga meminta Komisi Paratur Sipil Negara (KASN) memandang keberadaan para honorer yang selama ini sudah berkeringat sekuat tenaganya mengabdi untuk kepentingan masyarakat dan negara.

"Tenaganya masih dipakai sampai hari ini, dan mereka yang mengisi, negara yang seharusnya hadir tetapi tidak hadir, diisi oleh mereka. Itu harus dipikirkan. Betapapun sulitnya, harus kerja keras ini. Jangan kemudian abai terhadap nasib mereka," tandas politikus PAN tersebut. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler