Pihak otoritas Kesehatan Victoria mengatakan kondisi COVID-19 di negara bagian tersebut "sangat berbeda" dengan New South Wales, meski keduanya mencatat jumlah kasus baru COVID-19 yang hampir sama dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah Victoria yang dipimpin Daniel Andrews mengalami tekanan dan seruan dari sejumlah warga dan pihak oposisi, bahkan Pemerintah Pusat Australia untuk melonggarkan 'lockdown' seperti di New South Wales.

BACA JUGA: Info dari Jubir Polda Metro Jaya soal Pedemo Positif Corona

Selasa kemarin (13/10), New South Wales mencatat angka kasus COVID-19 yang lebih tinggi dari Victoria untuk kedua kalinya dalam 10 hari terakhir.

Tapi pembatasan sosial di New South Wales relatif lebih bebas dibandingkan di Victoria, terutama di kota Melbourne.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Strategi Bu Risma Menunjukkan Hasil yang Baik

"Di New South Wales, bisnis tetap dibuka, orang-orang bekerja, namun mereka juga tetap menangani kasus-kasus baru setiap hari," kata Josh Frydenberg, Bendahara Australia.

Menteri Utama Victoria Daniel Andrews akan mengumumkan beberapa pelonggaran aturan hari Minggu mendatang, namun sudah menekankan bahwa banyak aturan untuk bisnis masih akan tetap berlaku.

BACA JUGA: 47 Orang yang Diamankan dari Patung Kuda Reaktif Covid-19

Jumlah anggota keluarga Victoria lebih banyak

Kepala Otoritas Kesehatan Brett Sutton mengatakan tantangan di Victoria "sangat berbeda dengan wilayah Australia lainnya yang memiliki jumlah kasus yang setara".

Ia mengatakan kebanyakan orang yang terinfeksi di gelombang kedua COVID-19 di Victoria tengah menghadapi situasi sosial yang sulit.

"Di gelombang kedua ini, 20.000 kasus di Victoria dialami kelompok dan populasi tersulit di seluruh negara bagian, termasuk di metropolitan Melbourne," katanya.

Profesor Sutton mengatakan meski rata-rata rumah tangga di Victoria dihuni dua sampai tiga anggota keluarga, kebanyakan dari mereka yang tinggal di kawasan kluster memiliki anggota keluarga lebih banyak. Photo: Profesor Sutton mengatakan situasi di New South Wales "sangat berbeda" dengan Victoria.
(AAP: James Ross)

 

"Rata-rata, ukuran rumah tangga keluarga di kawasan ini bisa dua hingga tiga kali lipat," katanya.

Menurutnya, hal ini berarti terdapat lebih banyak tempat kerja yang rentan terekspos pada kemungkinan penularan virus.

"Tempat kerja ini mempekerjakan orang dengan jumlah anggota keluarga yang dua atau tiga kali lebih banyak dari rata-rata jumlah anggota keluarga di Victoria."

"Jadi, jumlah kontak dekat per rumah tangga, dan jumlah kontak dekat yang mereka miliki, sangat berbeda." Photo: Warga Melbourne masih tidak dapat bepergian ke kawasan yang tidak masuk dalam radius 5km rumah mereka. (ABC News: Billy Draper)

 

Di NSW, yang masih membuka penerbangan internasional, kedatangan dari luar negeri menyumbang sekitar 60 persen kasus penularan selama 10 hari terakhir.

Sementara, semua penularan Victoria merupakan kasus lokal atau dalam negeri.

Program karantina hotel, yang dianggap gagal menekan angka virus corona di Victoria, sejauh ini mampu mencegah penularan ke warga New South Wales. Pelacakan di Victoria mampu menangani puluhan orang

Profesor Sutton mengatakan meski terdapat peningkatan jumlah kasus penularan lokal di NSW, jumlah ini rendah bila dibandingkan dengan Victoria yang sudah menurunkan jumlah kasus dari total 725 per hari.

"Kami tidak memperbaiki keadaan di mana jumlah kasusnya sedikit dan rumah tangga warganya kecil," katanya.

Menurutnya, di Victoria mereka dihadapkan dengan warga dengan "status kasual, pekerjaan dibayar tunai, masalah status visa, kendala bahasa dan hambatan budaya".

Seandainya memulai dari sedikit kasus dari rumah tangga yang "tidak kompleks", Profesor Sutton mengatakan tindakannya akan berbeda.

"Yang kami harus hadapi adalah 20.000 kasus selama beberapa minggu yang sudah turun jauh, namun penularan di Victoria adalah salah satu yang terumit di dunia."

Profesor Sutton sudah beberapa kali membela sistem pelacakan kontak di Victoria dan mengatakan tidak ada wilayah manapun yang dapat menangani ratusan kasus per hari.

"Jelas sekali negara mana pun yang memiliki ratusan kasus per hari tidak dapat melakukan pelacakan kontak di angka 100 persen," katanya. Photo: Penjaga pantai mengawasi pengunjung agar melakukan 'social-distancing' di Bondi Beach. (ABC News: Lily Mayers)

 

"Tidak peduli di mana pun Anda berada di dunia ini."

Ia mengatakan Inggris memiliki tim pelacakan kontak beranggotakan puluhan ribu orang, tetapi masih hanya menangani dua pertiga kasus harian.

"Jelas ada batasan seberapa mampu pelacak kontak bisa menanganinya," katanya.

"Tapi kami punya tim dengan ukuran serupa yang mampu menangani puluhan kasus per hari."

Profesor Sutton mengatakan sistem pelacakan kontak NSW tidak mengalami tekanan yang sama dengan di Victoria.

"Mereka secara prospektif menghadapi kasus sedikit selama beberapa bulan, mengandalkan kontak yang sudah ada, dan mengelola dari sana."

Diproduksi dan disunting oleh Erwin Renaldi dan Natasya Salim dari laporan berbahasa Inggris.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejutan Oktober

Berita Terkait