Angka Kemiskinan Lebih Cepat Turun di Pedesaan, Kok Bisa?

Senin, 17 Januari 2022 – 20:37 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka kemiskinan lebih cepat turun di pedesaan dibanding di perkotaan. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka kemiskinan lebih cepat turun di pedesaan dibanding di perkotaan.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan upaya pemerintah membangun pertanian atau membangun dari pinggiran itu sudah mulai terasa dampaknya.

BACA JUGA: Komoditas Ini Masih Jadi Penyumbang Terbesar Garis Kemiskinan di Indonesia

"Karena kemiskinan di desa turunnya lebih cepat dibanding di perkotaan," kata Margo dalam Konferensi Pers Profil Kemiskinan di Indonesia September 2021 di Jakarta, Senin.

Dia menyebut penurunan kemiskinan di daerah pedesaan yang lebih cepat dibanding perkotaan terlihat dari jumlah maupun persentasenya.

BACA JUGA: BPS Rilis Data Terkini Penduduk Miskin, 2 Wilayah Ini Angkanya Parah

Pada periode Maret 2021–September 2021, jumlah penduduk miskin di pedesaan turun sebesar 730 ribu orang, sedangkan di perkotaan turun sebesar 320 ribu orang.

Kemudian, persentase kemiskinan di pedesaan turun signifikan sebesar 0,57 persen poin dari 13,1 persen menjadi 12,53 persen.

"Di perkotaan hanya turun 0,29 persen poin dari 7,89 persen menjadi 7,6 persen," bebernya.

Kendati demikian, Margo mengatakan disparitas kemiskinan di perkotaan dan di pedesaan masih cukup tinggi, yang terlihat dari tingginya angka kemiskinan di pedesaan dibanding dengan kota.

Tercatat, terdapat 14,64 juta penduduk miskin di pedesaan atau 12,53 persen pada September 2021, lebih tinggi daripada jumlah penduduk miskin di kota yang sebanyak 11,86 juta atau 7,6 persen.

"Namun, kalau tren penurunan kemiskinan di pedesaan yang lebih cepat bisa terus dijaga, maka disparitasnya lambat laun bisa semakin mengecil antara desa dan kota," tegas Margo. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler