Komoditas Ini Masih Jadi Penyumbang Terbesar Garis Kemiskinan di Indonesia

Senin, 17 Januari 2022 – 17:16 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin turun menjadi 26,5 juta per September 2021. Iustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin turun menjadi 26,5 juta per September 2021.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan penyumbang terbesar garis kemiskinan penduduk adalah beras.

BACA JUGA: BPS Rilis Data Terkini Penduduk Miskin, 2 Wilayah Ini Angkanya Parah

"Baik di perkotaan maupun perdesaan per September 2021," ujar Margo dalam Konferensi Pers Profil Kemiskinan di Indonesia September 2021 di Jakarta, Senin (17/1).

Dia menjelaskan di perkotaan, beras memberi sumbangan 19,69 persen terhadap garis kemiskinan, sementara itu di perdesaan 23,79 persen.

BACA JUGA: BPS: Inflasi 2021 Sebesar 1,87 Persen

"Komoditas makanan memang penyumbang terbesar yakni 74,05 persen terhadap garis kemiskinan, jadi supaya garis kemiskinan tidak cepat naik maka tugas pemerintah adalah bagaimana mengatur stabilitas harganya," ucap Margo Yuwono.

Selain itu, komoditas makanan lainnya yang memberi sumbangan terbesar antara lain rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mi instan, kopi bubuk dan kopi instan, gula pasir, serta kue basah.

BACA JUGA: Kepala BPS: Indonesia Beruntung

Komoditi bukan makanan yang memberi sumbangan terbesar kepada garis kemiskinan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, perlengkapan mandi, sabun cuci, dan perawatan kulit, muka, kuku, rambut.

"Garis kemiskinan Indonesia pada September 2021 adalah sebesar Rp 486.168 per kapita per bulan, sehingga jika penduduk memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah angka tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin," bebernya.

Menurutnya, angka garis kemiskinan tersebut naik 5,39 persen dibandingkan dengan September 2020 dan 2,89 persen terhadap Maret 2021.

Namun, jika dilihat per rumah tangga, maka garis kemiskinan pada 2021 adalah sebesar Rp 2,18 juta per bulan, naik 3,12 persen dibanding kondisi Maret 2021 yakni Rp 2,12 juta per bulan.

Artinya, ucap Margo melanjutkan, rumah tangga di Indonesia yang memiliki pengeluaran di bawah Rp 2,18 juta per bulan dikategorikan sebagai rumah tangga miskin.

"Jika dilihat per wilayah, garis kemiskinan rumah tangga di Jakarta tercatat Rp 3,42 juta per bulan, sementara di Sulawesi Barat Rp 1,89 juta per bulan," kata Margo. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler