Angkat Sensory dalam Annual Party Alvera

Selasa, 14 Agustus 2018 – 09:05 WIB
Busana karya desainer lulusan Alvera. FOTO : JPNN

jpnn.com, SURABAYA - 16 desainer muda dari sekolah fashion Alvera Fashion and Creative unjuk kemampuan dalam ajang annual party pada Sabtu (11/8) malam lalu di Convention Hall Tunjungan Plaza Surabaya. Mengangkat tema Sensory, masing-masing desainer membawa 4 rancangan. Tiga untuk perempuan, satu untuk busana laki-laki.

Mengapa busana laki-laki diikut sertakan? Menurut Soedarjono owner Alvera, hal tersebut tak lepas dari semakin pedulinya kaum pria terhadap kebutuhan berbusana. ”Sekolah fashion harus mampu menciptakan tren bukan sekadar menjadi pengikut,” katanya.

BACA JUGA: Hybridazzy Lia Afif Angkat Kain Lokal

Dalam fashion show itu, para murid Alvera diberi kebebasan untuk menentukan inspirasi mereka sendiri. Alhasil, tercipta 64 rancangan busana ready-to-wear bernuansa futuristis dan fashionable. Di antaranya, busana rancangan Ira Diyahpati yang dikenakan Lailani Fitriah. ''Idenya dari air mancur dance fountain yang warna-warni. Makanya, model rok aku buat kipas flock dengan pelisket dan belahan di dua sisi,'' terang Ira.

BACA JUGA: GM Shangri-La Puji Selera Fashion Masyarakat Surabaya

Ada pula rancangan Filisa Isyai yang diberi judul Futurist Fringe. ''Inspirasi aku dari bentuk gelombang ultrasonik yang datar, terus berbaris merapat kayak detail fringe ini,'' katanya. Dua rancangan itu memberi kesan social gown yang pas dikenakan untuk pergi ke pesta. Ada juga rancangan yang mengambil ornamen lebih sporty dan edgy. Rancangan Lintang Orbita, Fellycia Roberta Muklim, dan Femka Dian Pravitasari mewakili tema sporty dan edgy tersebut.

Event itu makin istimewa dengan kehadiran rancangan alumni terdahulu yang makin eksis di dunia fashion designer. Sebanyak 11 desainer tamu bergantian melakukan show. Misalnya, Yayak Surya Baskara yang hadir dengan gaun-gaun cantik berhias headpiece bunga. ''Temanya Prodigué Seems a Lavish Habits. Aku terinspirasi gaya hidup wanita kaya yang berasal dari rakyat biasa yang visioner,'' paparnya. Aksesori bunga menggambarkan bahwa kecantikan dan kebaikan yang berakar dari hal baik akan membuahkan hasil yang baik pula.

BACA JUGA: Menerka Gaya Busana Para Seleb di Golden Globe 2018

Nuansa inspirasi tema Sensory yang terlahir dari budaya Timur Tengah turut dipamerkan Fina falista Kusumaning Arum. ''Koleksi Fina kali ini berlabel Zêrîn. Itu dari bahasa Kurdi yang artinya golden atau keemasan,'' ujar Fina saat diwawancarai di sela-sela acara. (JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inspirasi Gaun Batik dari Keindahan Warna Akik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler