Anies Bakal Kelimpahan Berkah Setelah Salim Segaf dan SBY Bertemu

Jumat, 23 Desember 2022 – 23:58 WIB
Anies Baswedan. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pertemuan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal berimbas positif terhadap pencapresan Anies Baswedan.

Menurut mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, pertemuan itu bakal memperkuat koalisi PKS-Demokrat-NasDem demi mencapreskan Anies.

BACA JUGA: Anies Mainkan Politik Identitas, Inas Sebut Pesta Demokrasi dalam Bahaya

“Saya yakin, pertemuan antara Presiden SBY dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Al Jufri akan memperkuat arah menuju koalisi,” kata Sudirman dalam keterangan persnya, Jumat (23/12).

Sudirman mengatakan, PKS-NasDem-Demokrat sebenarnya tiga partai yang selama ini intens berkomunikasi secara bersamaan. Namun, sesekali ada momen interaksi secara bilateral.

BACA JUGA: PKB Tidak Menutup Kemungkinan Cak Imin Jadi Cawapres Anies

“Dalam interaksi selama ini memang sering bertiga, sering juga bilateral antara dua partai," katanya.

Sudirman pun percaya diri bakal ada deklarasi PKS dan Demokrat mendukung Anies menjadi Capres 2024.

BACA JUGA: Deklarasi Anies Capres Dorong Partai Lain Umumkan Calonnya

Dia ke depannya percaya diri deklarasi PKS dan Demokrat bakal memberi harapan baik bagi publik tentang kehidupan lebih baik.

"Pencalonan Anies secara resmi oleh Partai NasDem saja sudah memberi harapan pada publik, bahwa perubahan akan terjadi,” katanya.

Sebelumnya, Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian mengatakan pertemuan Salim Segaf Al Jufri dengan SBY, pada Rabu (21/12) membahas tentang keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Menurut Pipin, dua tokoh sepakat bahwa isu perpanjangan pemerintahan atau legislatif tidak boleh digulirkan terus-menerus.

"Sepakat boleh lagi ada isu perpanjangan pemerintahan dan legislatif," kata dia ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (23/12).

Pipin mengatakan Salim Segaf dan SBY menginginkan agenda reformasi tetap bertahan, yakni membatasi kekuasaan selama dua periode.

"Rakyat harus diberi kesempatan untuk memilih capresnya sesuai dengan konstitusi," kata alumnus Universitas Indonesia (UI) itu. (ast/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler