Anies Baswedan Diserang Airlangga, Kamrussamad DPR Bereaksi

Jumat, 11 September 2020 – 07:03 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad. Foto: dok for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad merespons pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut penyebab rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) secara ketat, Rabu (9/9) malam.

Menurut Kamrussamad, pernyataan  Menko Perekonomian Airlangga adalah cermin pola pikir pemerintah yang melihat ekonomi lebih penting dari kesehatan dan keselamatan jiwa rakyat.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Tak Ingin Meniru Langkah Anies Baswedan

"Dan ini merupakan problem utama sejak awal, takut lockdown akhirnya di-lockdown oleh puluhan negara. Takut perpanjang PSBB akhirnya virus membuat peternakan sendiri dalam transmisi setiap komunitas warga," kata Kamrussamad dalam keterangannya kepada JPNN.com, Kamis (10/9).

Legislator Fraksi Partai Gerindra dari Dapil III DKI Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu), itu mengatakan IHSG yang fluktuatif dalam era Covid-19 adalah hal biasa, sehingga tidak perlu menyalahkan satu sama lain. 

BACA JUGA: Kalimat Nikita Mirzani Ditujukan kepada Anies Baswedan, Viral di Medsos

"Pemerintah sendiri yang mengatakan bahwa kita dalam situasi extraordinary. Artinya, sewaktu-waktu bisa terjadi turbulensi ekonomi nasional apalagi pasar modal seperti IHSG," ungkapnya.

Kamrussamad menjelaskan keputusan Gubernur Anies untuk memberlakukan PSBB ketat mulai Senin 14 September 2020 adalah langkah tepat.

BACA JUGA: Serangan Balik Kapitra Ampera untuk Para Penyerang Uni Puan, Menohok

Sebab, ujar dia, dari 34 provinsi, baru DKI Jakarta yang memenuhi standar jumlah spesimen warga yang ditentukan oleh WHO 1 : 1.000.

"Hasilnya semua rumah sakit penuh pasien Covid-19. Bagaimana dengan provinsi lain?" tegasnya.

Seperti diberitakan, Airlangga menyebut penyebab rontoknya IHSG adalah pengumuman Anies soal keputusan menerapkan PSBB ketat.

Menurut Airlangga, pengumuman itu membuat indeks yang baru menunjukkan geliatnya beberapa bulan terakhir sempat bertengger di posisi 5.000 anjlok ke level 4.900.

"Berdasarkan indeks sampai dengan kemarin, karena hari ini indeks masih ada ketidakpastian karena announcement (pengumuman) Gubernur DKI (Anies Baswedan) tadi malam, sehingga indeks (saham) tadi pagi sudah di bawah 5000," kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Kamis (10/9).

Seperti diketahui, Anies Baswedan mengatakan kondisi Ibu Kota saat ini lebih darurat dibanding awal munculnya wabah Covid-19 pada Maret 2020 lalu.

Karena itu, Anies memutuskan akan memberlakukan kembali PSBB secara ketat mulai Senin 14 September 2020.

"Pesannya jelas saat ini kondisi darurat lebih darurat dari awal wabah dahulu," tegas Anies didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9) malam.

Anies mengatakan, Presiden Joko Jokowi dua hari lalu dengan tegas menyatakan kepada publik bahwa jangan restart ekonomi sebelum masalah kesehatan terkendali.

"Beliau jelas meletakkan kesehatan sebagai prioritas utama. Maka, dengan melihat kedaruratan ini, tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin," kata Anies Baswedan.

Anies juga mendukung Presiden Jokowi yang sudah membentuk Tim Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19  Anies mengatakan harus disadari bahwa sejak sekarang sampai vaksin itu ada, maka semua harus bersiap melawan wabah Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan secara serius, seperti pembatasan fisik dan sosial secara disiplin.

"Kita harus kalahkan wabah ini bersama-sama. Cobaan ini memang besar, dan ini mungkin cobaan terbesar bagi generasi yang hidup saat ini, tetapi cobaan ini bisa berkurang beratnya bila saling memberikan perhatian dan dukungan," kata Anies Baswedan.

Menurut Anies, langkah-langkah yang dilakukan sudah jelas jangan sampai ambil yang menyebabkan berpihak kepada virus.

Menurut Anies, langkah yang harus diambil adalah berpihak bersama-sama untuk gotong royong melawan Covid-19.

"Mari berdoa kepada Allah SWT  segera angkat wabah ini, tetapi bila Allah menakdirkan perjuangan melawan wabah ini masih akan berlangsung lebih lama maka kita berdoa kepada Allah agar diberikan  kekuatan, serta diberikan keringan dalam hadapi musuh yang tidak terlihat ini," imbuh Anies Baswedan. (boy/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler