Anies Ingin Aplikasi Pemerintah Terintegrasi, tetapi Bukan Sentralisasi

Rabu, 20 Desember 2023 – 10:11 WIB
Capres RI Anies Baswedan saat kampanye di Mataram, NTB pada Selasa (19/12/2023). Foto: Timnas AMIN

jpnn.com, MATARAM - Capres RI nomor urut 1 Anies Baswedan bicara soal banyaknya perangkat lunak atau software aplikasi milik pemerintah yang dibuat dengan anggaran besar.

Hal itu disampaikan Anies menjawab sejumlah pertanyaan dari kaum muda dalam acara Desak Anies di Kota Mataram, NTB, Selasa (19/12).

BACA JUGA: Jusuf Kalla Membeberkan Alasan Mendukung Anies, Singgung Makan Siang Hari Jumat

“Di Jakarta ada aplikasi Jaki yang sangat bermanfaat. Cuma kemarin pas debat (calon presiden di KPU, red), saya sebut Jaki, dalam hitungan tak sampai satu jam, di-hack," ucap Anies.

Eks gubernur DKI Jakarta itu pun mengatakan bila ada aplikasi pemerintah yang kena hack, berarti aplikasinya bagus.

BACA JUGA: Kontroversi Mayor Teddy Ajudan Prabowo, Begini Reaksi Mendagri Tito

"Kalau enggak bagus didiamkan saja. Toh, semua orang bisa lihat,” lanjut Capres RI yang diusung Koalisi Perubahan itu.

Dia pun ingin ada suatu sistem informasi berbasis perangkat lunak aplikasi yang terintegrasi, sehingga orang tidak perlu membuka terlalu banyak aplikasi.

BACA JUGA: Dinonaktifkan dari Ketua BEM UI Gegara Dugaan Kekerasan Seksual, Melki Sedek Berkata Begini

“Tetapi bukan sentralisasi, karena ada banyak urusan yang dikerjakan di pemerintah daerah," kata mantan Mendikbud RI itu.

Menurut Anies, banyak kewenangan yang sesungguhnya ada di pemerintah daerah, sehingga kalau disiapkan sebuah superapps, itu bukan berarti sentralisasi.

"Hanya gerbangnya saja yang bisa satu, tetapi langsung kerja ke tiap daerah," terangnya.

Menurut Anies, jangan sampai adanya aplikasi pemerintah yang banyak itu kemudian merepotkan warga dalam mengaksesnya.

Namun, dia menyebut jangan pula aplikasi-aplikasi itu dikumpulkan yang berakhir pada sentralisasi. Sebab, tetap harus ada otonomi pada pemerintah daerah untuk mengeksekusi.

"Jadi, kalau ada jalan rusak, bukan kemudian diambil alih oleh pusat, tetapi dipastikan pemerintah daerah mengoreksi dengan baik,” ujar Anies.(*/jpnn.com)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler