Anies Kenang Kunjungan Pertama ke Kaltim: Saya Menyaksikan Ketimpangan Nyata

Kamis, 11 Januari 2024 – 15:11 WIB
Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan bersilaturahmi bersama ulama, tokoh agama dan tokoh adat di Samarinda di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Kamis (11/1/2024). Foto: dok Timnas AMIN

jpnn.com, SAMARINDA - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan bersilaturahmi bersama ulama, tokoh agama dan tokoh adat di Samarinda di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Kamis (11/1).

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu lantas bernostalgia dengan menceritakan kala dirinya datang pertama kali ke Tepian Mahakam pada 1994 silam.

BACA JUGA: Akan Ada Waktunya Pak JK Menemani Anies Berkampanye di Beberapa Kota

"Kami bersyukur bisa kembali dan hari ini ada beberapa kegiatan, tapi sesungguhnya, Bapak-Ibu sekalian, bagi saya pribadi ke Samarinda ke Kalimantan Timur ini bukan perjalanan karena ada kegiatan kampanye," kata Anies di Hotel Puri Senyiur, Kamis (11/1).

Anies lalu menceritakan saat dirinya menginisiasi program untuk pelatihan anak-anak muda terkait ekonomi se-Kaltim di Tenggarong.

BACA JUGA: Momentum Anies-Muhaimin Sudah Ada, Peluang Menang Kian Terbuka

Ketika itu, dia melihat kondisi ketimpangan yang terjadi di Kaltim.

"Waktu itu ke Tenggarong belum ada jembatan. Tahun 94 pesertanya dari seluruh Kaltim yang saya waktu itu kagum karena ukurannya luar biasa besar. Di situ saya menyaksikan pertama kali apa itu ketimpangan secara nyata," kata Anies.

BACA JUGA: Dilaporkan ke Bawaslu, Anies: Seharusnya Direspons saat Debat

"Sebagian peserta pelatihan itu masih berkegiatan ekonomi barter dan masih bertanya apa itu konsep uang. Pertanyaan mengapa sih kelompok ini bisa makmur, kenapa kelompok ini bisa lebih kaya, dan kenapa kami tidak bisa makmur," lanjutnya.

Anies menjelaskan, dalam pelatihan itu akhirnya para mahasiswa tersebut menyusun sebuah permainan untuk menjelaskan arti dan apa itu peredaran uang.

Lebih lanjut, Anies turut menuturkan ketimpangan juga nampak saat dirinya melihat anak-anak kecil bermain tepi Sungai Mahakam.

"Kami sempat mampir melihat anak-anak itu, dan pada saat yang bersamaan anak-anak ini menunjukkan kondisi kulit yang tidak sehat. Ini menunjukkan bahwa ini tidak sehat," imbuhnya.

"Sambil duduk ngobrol dari jauh itu saya lihat ada seperti bukit yang saya tidak tau apa. Nanti tunggu sampai dekat, bukit bisa bergerak. Kalau di Jawa bukit tidak bergerak, rupanya itu batu bara itu batu bara, liat itu bukit bergerak, masyaallah," tambahnya.

Menurut Anies, pengalaman unik yang dirasakannya itu termasuk dalam sebuah ketimpangan.

Bagaimana anak-anak muda saat itu belajar tentang apa itu ekonomi yang tertinggal, anak-anak dengan kulit yang tidak sehat serta kekayaan alam yang terlewat di depan mata.

"Luar biasa. Itu adalah pengalaman pertama kami tentang apa itu ketimpangan, dan bagaimana ketimpangan itu nyata," tandasnya. (jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : JPNN.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler