Momentum Anies-Muhaimin Sudah Ada, Peluang Menang Kian Terbuka

Kamis, 11 Januari 2024 – 09:09 WIB
Capres dan Cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau AMIN dinilai sudah menemukan momentum terbaik sejak Desember 2023. Potensi paslon 01 itu menang Pilpres 2024 dalam dua atau satu putaran pun kian terbuka.

Demikian disampaikan  pengamat Bisnis dan Kebijakan Nur Iswan pada Kamis (11/1. Dia menilai membesarnya peluang dan tibanya momentum Anies-Muhaimin disebabkan oleh beberapa realitas maupun indikasi.

BACA JUGA: Prabowo Bilang Goblok, Pendukungnya Mengumpat Bangsat, Apa Tak Ada Kata Lebih Baik?

Salah satu indikasinya ialah tren dukungan di darat dan di udara terhadap paslon 01 meningkat secara signifikan.

"Secara ilmiah, mayoritas lembaga survei menempatkan Paslon Nomor 01 telah menyalip 03 dan mulai membuntuti 02,” kata alumni School of Public Policy and Administration, Canada itu.

BACA JUGA: Tanggapi Prabowo dan Jokowi soal Alutsista, JK: Apa yang Rahasia?

Faktor kedua adalah "Gibran’s Effect" dipandang telah menyadarkan pemilih bahwa ada sesuatu yang salah dalam prosesnya.

"Rakyat kita cerdas dan memprotes itu pemaksaan konstitusi dengan cara memindahkan dukungannya. Tak heran jika 02 stagnan bahkan cenderung menurun," tuturnya.

BACA JUGA: Masinton Sebut Prabowo Follower Ganjar di Debat Capres, Begini Kalimatnya

Masih soal Gibran, Iswan menyebut masyarakat melihat bahwa kematangan dan tempaan pengalaman adalah faktor penting untuk Pemimpin. Apalagi, memimpin Indonesia yang tantangan ke depan besar.

Iswan mengatakan bahwa kematangan dan pengalaman itu tidak bisa diwariskan otomatis. Tidak juga bisa dibeli karena tak ada toko yang menjualnya.

"Itu harus dialami sendiri dengan durasi tempaan yang panjang." lanjut Iswan yang juga Youtuber itu.

Faktor ketiga, kata Iswan, performa debat pilpres memberi dampak besar pada preferensi pemilih. Ini menyangkut pemenuhan rasa ingin tahu masyarakat pada paslon/

"Pascadebat terakhir, performa Capres  02 —boleh dikatakan — enggak okay banget. Malah saat debat dan bahkan seusai debat, yang menonjol adalah amarah dan kejengkelan," ujarnya.

Selain itu, diksi kata Goblok dan umpatan bangsat dari pendukung paslon 02  dinilai telah meruntuhkan simpati pemilih.

"Masa pemimpin gampang marah. Masa pendukungnya mengumpat. Gak bahaya, tah?” tutur Iswan dengan nada Jawa Timur-an.

Terakhir, Iswan mengatakan jika dilihat dengan saksama maka mulai terjadi migrasi besar-besaran, pameran keberanian bersikap dan pertunjukan protes dari elite atu tokoh-tokoh maupun akar rumput.

Dia menyebut protes seorang ketua RT di Jawa Tengah atas upaya intervensi, keberanian Jusuf Kalla (JK) turun gunung, lalu sikap Wapres KH Ma'ruf Amin yang berbeda dengan presidennya dalam mengomentari debat capres kemarin adalah indikasi kuat yang menguntungkan paslon di luar 02.

"Keuntungan besar tentu saja diraih oleh Paslon 01. Meskipun, Untuk paslon 03 juga terdampak meski kecil tetapi nampak makin pede lagi dan bersemangat," ungkap Iswan.

Iswan memprediksi bahwa fenomena dan momentum ini akan terus berlangsung. Laju Pergerakan Prabowo-Gibran sepertinya tak lagi akan semudah sebelumnya.

Pergerakan Prabowo-Gibran menurutnya bakal diadang secara serius tidak hanya oleh Pasangan 01 Anies-Imin, tetapi juga oleh Paslon 03 Ganjar-Mahfud.

"Lihat saja pidato Megawati Pada HUT PDIP kemarin. Juga statement Pak JK dan Pak KH Mar'uf Amin dalam beberapa hari terakhir,” ucap Iswan.(*/jpnn.com)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler