Anies Kirim Surat Terkait Kepastian Data BST, Bu Risma Jawab Begini

Selasa, 03 Agustus 2021 – 15:02 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini. Foto: Humas Kemensos RI

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini merespons soal kabar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengirim surat meminta kepastian data terkait masyarakat yang masuk dalam penerima bantuan sosial tunai atau BST. 

Sosok yang biasa disapa Bu Risma itu mengaku belum mengetahui secara jelas soal surat yang dikirim Anies Baswedan tersebut. 

BACA JUGA: Kinerja Buruk, Anies Kalah dari Risma di Survei JRC

Namun, Bu Risma menyebut sempat ada permintaan agar menyalurkan BST melalui Bank DKI. 

"Saya tidak tahu persis surat yang dimaksud dari (Pemprov DKI) Jakarta. Kemarin, ada permintaan penyaluran lewat bank," ujar Bu Risma dalam jumpa pers di gedung Kemensos, Jakarta, Selasa (3/8).  

BACA JUGA: HNW: Bantuan Sosial Tunai Harus Dilanjutkan Hingga Pandemi Covid-19 Selesai

Mantan wali kota Surabaya yang menjabat dua periode itu menjelaskan bahwa pihaknya melakukan rapat dengan Bank DKI. 

Namun, Bank DKI menyatakan tidak bisa memproses secara cepat pembuatan rekening baru. 

BACA JUGA: Ini Parah, BST Keluarga Miskin Rp 300 Ribu Disunat Rp 250 Ribu, Polisi Bergerak

Sebab, ujar Bu Risma, untuk membuat rekening baru butuh waktu satu sampai satu setengah bulan. 

“Bank lain juga demikian,” tegasnya. 

Akhirnya, ujar Bu Risma, penyaluran BST tetap dijalankan oleh PT Pos Indonesia.

"Alhamdulillah, sekarang sudah 95 persen untuk salurnya bantuan sosial tunai (di seluruh Indonesia),” ucapnya. 

Bu Risma menegaskan pihaknya terbuka dengan siapa pun.

Dia menjamin tidak menutup-nutupi data. 

Ru Risma juga mempersilakan apabila Pemprov DKI ingin mengusulkan penambahan data penerima manfaat. 

"Insyaallah kami akan buka semuanya, tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya. 

Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan hingga batas terakhir memperbaiki data, Pemprov DKI baru 40 persen melakukan perbaikan. 

Sehingga, Bu Risma memerintahkan anak buahnya untuk membantu percepatan verifikasi data. 

"Saat penutupan bulan apa itu, DKI itu baru 40 persen kalau enggak salah perbaikan data. Akhirnya kami turun, staf saya perintahkan turun untuk bantu. Silakan kalau mau diusulkan tambahan silakan," ucap Mensos Tri Rismaharini. (mcr8/jpnn)


Redaktur & Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler