Anies Singgung Jabatan Pak Luhut Bertumpuk, Cak Imin: Saya Enggak Ikut-Ikut

Selasa, 05 September 2023 – 13:01 WIB
Arsip foto - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym/aa.

jpnn.com, JAKARTA - Ada momen ketika Anies Baswedan menyinggung jabatan Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam sesi wawancara dengan Najwa Shihab, Senin (4/9).

Dalam program Mata Najwa itu, Bakal Capres 2024 Anies Baswedan dihadirkan bersama pendampingnya di Pilpres 2024, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

BACA JUGA: Anies Baswedan Bilang Ada yang Gebrak Meja, Keras Sekali, Cak Imin Tegang


Tangkapan layar YouTube

Pada sesi itu, Najwa awalnya memutar video ketika Anies berpidato soal negara tanpa konflik kepentingan di acara PKS. Dia mencontohkan tidak boleh ada market player sekaligus regulator.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Berpamitan, Bakal Dilamar Ganjar atau Prabowo?

"Kalau pedagang, pedagang saja. Jangan pedagang sekaligus pejabat sekaligus pembuat aturan, apalagi membuat aturan yang terkait perdagangan yang dibuatnya," ucap Anies.

Kemudian, tidak boleh ada serbarangkap jabatan, apalagi yang bertumpuk-tumpuk. Serta, memastikan meritokrasi berjalan dalam pemerintahan, bukan memberikan keistimewaan kepada keluarga.

BACA JUGA: Urungkan Niat Memolisikan SBY, Sahroni Ajak Demokrat Debat Terbuka Meluruskan Isu Anies - AHY

Nah, Najwa lantas menanyakan kepada Anies tentang siapa pejabat yang punya jabatan bertumpuk-tumpuk itu?

"Ini fenomena yang banyak terjadi,' jawab Anies.

Cak Imin yang duduk di samping kiri Anies menyeletuk.

"Di negeri wakanda tapi," ujar ketua umum PKB itu, lantas tertawa.

Anies melanjutkan bahwa hal itu faktanya banyak terjadi. Ketika seseorang menjadi gubernur, wali kota, bupati, menteri, menko, dan dia punya latar belakang di bidang usaha maka harus berhati-hati.

"Karena potensi conflict of interest itu tinggi," ucap mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Anies pun melihat bahwa di Indonesia, penugasan ekstra yang diberikan pada suatu instansi banyak sekali.

"Menko  Kemaritiman misalnya, itu lebih dari 15 mungkin, tugas tambahan, atau tugas yang diberikan di luar bagian dari menkonya. Ini bisa mengganggu tertib governance yang ada," kata Anies.

Sementara, dia menyebut Indonesia punya banyak orang-orang baik dan hebat yang bila diberi tugas, pasti dia mampu menjalankan.

Anies juga menekankan bahwa dia bukan bicara orangnya yang mungkin dari segi kamampuan dia mampu menjalankan tugas itu.

"Ini soal ketertiban organisasi dan menghindari conflict of interest. bagaimana di satu sisi punya usaha, di sisi lain membuat regulasi yang terkait sektor yang di situ bidang usahanya," tutur Anies.

Najwa lantas kembali memastikan bahwa yang dimaksud Anies dalam pembicaraan itu ialah Menko Kemaritiman Luhut.

"Yang terkait jabatan banyak, iya, tetapi yang terkait conflict of interest ada banyak," jawab mantan Menteri Pendidikan RI itu.

"Apakah (soal konflik kepentingan) salah satunya Pak Luhut?" Najwa kembali bertanya.

Anies pun menjawab banyak sekali orang -orang yang memiliki usaha dan di waktu yang sama memegang kewenangan.

"Kemudian membuat regulasi di bidang yang jadi usahanya. Di sinilah letak potensi conflict of interest," tutur Anies.

Cak Imin yang duduk di sebelah Anies pun kebagian pertanyaan.

"Ada kebenaran, 100 persen setuju, atau berbeda pendapat dengan yang tadi disampaikan Mas Anies?

Menurut Cak Imin, secara normatif sesuai aturan perundangan-undangan memang begitu, yakni tidak boleh ada conflict of interest di dalam setia kebijakan.

"Makanya normanya itu adalah setiap pejabat harus berhenti dari seluruh jabatan-jabatan di luar jabatannya, bisnisnya berhenti dan seterusnya. Saya cukup itu saja," ujar Cak Imin.

Nah, ketika Najwa bertanya apakah Muhaimin ingin berkomentar soal nama yang tadi disebut spesifik, yakni Pak Luhut, Cak Imin menjawab singkat.

"Saya enggak ikut-ikut," kata Cak Imin lalu tertawa dan mengangkat kedua tangan. Najwa dan Anies pun terbahak.(mn/fat/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler