Anis Matta Beberkan Peran Indonesia untuk Akhiri Konflik Palestina-Israel

Sabtu, 05 Juni 2021 – 17:01 WIB
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta. Foto: dokumentasi Partai Gelora

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, peran Indonesia dalam konflik Palestina-Israel berada dalam dua posisi, yakni diplomatik dan kemanusiaan.

Menurut dia, pada posisi diplomatik, khususnya forum-forum internasional, Indonesia harus menggugat solusi dua negara (two state nation).

BACA JUGA: Bantuan untuk Palestina Demi Kemanusiaan, Bukan Berdasarkan Sentimen Keagamaan

Anis menjelaskan, penyelesaian konflik harus berdasarkan prinsip-prinsip yang sudah ditentukan.

Dia mengatakan, solusi dua negara merupakan sikap awal pemerintah Indonesia sejak era Soekarno dalam upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel.

BACA JUGA: Dengan Cara Ini Ridwan Kamil Bantu Warga Palestina, Keren

Menurutnya, sebagai negara muslim terbesar, Indonesia bisa dijadikan episentrum pertemuan tersebut.

Anis menjelaskan, hal itu akan membawa efek positif bagi Indonesia di mata negara-negara Islam.

"Pada dasarnya kami setuju dengan solusi dua negara dan itu sikap Indonesia secara umum,” kata Anis dalam webinar Moya Institute bertajuk Konflik Timur Tengah: Indonesia di Tengah Pusaran Konflik Palestina-Israel, Jumat (4/6).

Dia menambahkan, Indonesia bisa ikut memelopori perbincangan tentang hal itu.

Anis menjelaskan, di posisi diplomatik, Indonesia seharusnya bisa menjadi juru damai untuk kekuatan-kekuatan perlawanan yang ada di Palestina, khususnya antara Hamas dan Fatah.

"Kita bisa undang Fatah, undang Hamas, dan kelompok-kelompok lain di Indonesia. Saya kira para pejuang Palestina setuju dengan ajakan itu," bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menjelaskan sejak awal pihaknya konsisten terhadap kemerdekaan Palestina.

“Konflik Palestina-Israel bukan masalah teologi, melainkan politik,” kata dia.

Dia menambahkan, Muhammadiyah melihat polemik itu sebagai dimensi politik, walaupun dimensi keagamaannya sangat kuat.

“Sebab, ada pihak tertentu yang secara politik berusaha menarik ke ranah agama,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Moya Institute Hery Sucipto memantik diskusi dengan menyampaikan pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi saat bertemu Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Josep Borrell di Jakarta, Rabu (2/5).

Dalam pertemuan itu, Retno menekankan pentingnya mencegah lingkaran kekerasan dan penyelesaian isu utama, yakni mengakhiri penjajahan Israel atas Palestina. (jos/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Palestina   Israel   Anis Matta   Gelora  

Terpopuler