Anis Matta dan Lima Elemen yang Bakal Membawa Indonesia jadi 5 Besar Dunia

Minggu, 07 Juni 2020 – 18:32 WIB
Ketua Umum DPN Gelora Indonesia Anis Matta. Foto: arsip DPN Partai Gelora

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta meminta semua pihak tidak berlarut-larut memaknai krisis akibat dampak pandemi virus corona ini sebagai musibah.

Anis mengatakan, di balik krisis COVID-19 ini ada pertanda baik bahwa bakal ada perubahan besar yang terjadi.

BACA JUGA: Anis Matta: Semoga Ini Pertanda Baik Bagi Perjalanan Partai Gelora

"Tidak ada perubahan besar tanpa krisis. Karena krisis itu adalah elemen pertama yang dibutuhkan oleh perubahan. Krisis itu jangan dikatakan musibah, karena itu pertanda baik dari Allah," kata Anis Matta dalam halalbihalal virtual dengan DPW Partai Gelora Indonesia Jawa Barat, Sabtu (6/6) malam.

"Ini adalah pintu masuk untuk melakukan perubahan besar," imbuhnya.

BACA JUGA: Resep Anis Matta Buat Kebangkitan Indonesia dari Krisis COVID-19

Menurut Anis, untuk melakukan perubahan besar agar Indonesia bisa keluar dari krisis dan menjadi kekuatan lima besar dunia, diperlukan lima elemen.

Yakni, krisis itu sendiri harus dilihat dari sudut pandang pintu masuk perubahan. Menurut Anis, krisis ini tidak boleh dilihat sebagai musibah, tetapi sebagai peluang perubahan besar.

BACA JUGA: Menteri Yasonna Mengaku Terkesan dengan Kejutan dari Partai Gelora Indonesia

Namun untuk melewati krisis panjang ini, Anis melihat, dibutuhkan daya tahan yang panjang.

Sementara kemampuan manusia terbatas. Lalu apa yang membuat manusia bisa bertahan dalam krisis dan dalam waktu yang sama bisa inovatif?

"Agama menjadi sumber energi atau harapan, dalam setiap riwayatnya selalu mengabarkan adanya hope dan keyakinan tentang kehidupan manusia," tuturnya.

"Elemen kedua ini adalah cerita masa depan yang disebut dengan narasi atau mimpi yang memberikan 'cahaya di ujung lorong gelap' untuk bangkit dari krisis berlarut ini," imbuh mantan Presiden PKS ini.

Setelah itu lanjut dia, akan muncul elemen ketiga leader (pemimpin) yang akan membuat inovasi di tengah krisis.

Pemimpin ini akan menciptakan struktur kekuatan politik, ekonomi dan teknologi yang kuat.

"Pemimpin ini akan didukung tim pionir atau trasmitter. Tim pionir ini merupakan elemen keempat yang menjadi penyambung untuk bisa menerjemahkan mimpi-mimpi pemimpin menjadi kenyataan," tutur Anis.

Adapun elemen kelima adalah kaum (komunitas) atau umat (rakyat), yang mempunyai kesamaan arti jalan hidup atau peta jalan.

"Sekelompok orang ini sebagai jalan keluar dari krisis. Rakyat itu pelaku sejarah perubahan dan karena itu rakyat harus bisa dikonsolidasi," katanya mantan Wakil Ketua DPR ini.

Pemimpin baru ini, nantinya akan banyak membuat Inovasi, baik itu sistem teknologi dan ekonomi, maupun aliansi global baru, dimana terbangun fondasi kesejahteraan dan kemakmuran jangka panjang sebagai kekuatan ekonomi dunia.

"Kita harus membangun fondasi kesejahteraan jangka panjang. Itulah kenapa kita butuh arah baru, tapi jangan lupa hadirkan agama di setiap perubahan agar tidak berakhir kelam dan anarki," pungkas Anis. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler