Antisipasi ISIS, Tingkatkan Peran Binmas Hingga ke Pesantren

Selasa, 10 Maret 2015 – 07:49 WIB
Antisipasi ISIS, Tingkatkan Peran Binmas Hingga ke Pesantren. Foto AFP

jpnn.com - PASCA-raibnya delapan warga Surabaya, Jawa Timur di Turki, Polda Jawa Timur (Jatim) akan  berkoordinasi dengan semua polres jajaran. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya kejadian warga Jatim yang hilang di Timur Tengah dan diduga terkait dengan kelompok terorisme seperti ISIS.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono menyatakan akan berkoordinasi dengan polres jajaran di seluruh Jatim untuk menjaga penyebaran ISIS di provinsi ini.

BACA JUGA: Lihat nih...Dua Politisi PDIP Saling Melotot

”Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait untuk mencari keberadaan delapan warga Surabaya yang hilang di Turki itu,” kata Awi seperti yang dilansir Radar Surabaya (Grup JPNN.com), Senin (8/3).

Demi menjaga ketenteraman di Jatim, polda akan memantau pergerakan ISIS dari berbagai organisasi keagamaan di Jatim.

BACA JUGA: Dana Parpol, JK: Rp 1 Triliun Satu Partai per Tahun? Wuiihhh

Dia menilai bahwa organisasi keagamaan memang sering menjadi sasaran empuk organisasi ISIS. ”Yang pasti, kami akan memanfaatkan binmas di tiap polres untuk memberikan sosialisasi di organisasi-organisasi keagamaan,” papar Awi.

Selain di organisasi keagamaan, binmas akan melakukan sosialisasi di pondok pesantren di Jatim. ”Dengan adanya kejadian ini, kita semakin mewaspadai masuknya aliran ISIS di Jatim sehingga tidak akan terjadi kejadian serupa,” tutur alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1992 tersebut.

BACA JUGA: Jelang Eksekusi di Nusakambangan, 2 Kapal Perang AL Siaga

Awi menjamin akan membantu mencari keberadaan enam warga Surabaya yang menghilang di Turki.

”Kami akan mencoba untuk memanggil dinas terkait untuk mencari keterangan tentang perginya enam warga Surabaya itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes  Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk melacak identitas delapan warga Surabaya yang hilang di Turki. Pihaknya juga menerjunkan tim intelijen untuk memastikan identitas mereka.

”Kami sudah mengantongi nama-nama mereka. Tim sedang melakukan pengecekan. Tapi, saya belum berani menyampaikan sebelum informasi yang didapat benar-benar valid,” kata Setija.

Menurut Setija, jika informasi sudah valid, pihaknya akan mengintruksikan babinkamtibmas terjun langsung. ”Untuk sementara kami masih menunggu hasil penyelidikan tersebut,” ucapnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Setija mengimbau masyarakat Surabaya tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu-isu yang belum jelas. Warga Surabaya yang mempunyai keluarga dan bekerja di Turki atau telanjur berangkat ke sana diharapkan melapor ke pihak kepolisian terdekat.

”Hal itu dilakukan untuk pendataan saja sehingga jika nanti dibutuhkan, kami telah mempunyai data tentang warga Surabaya yang bekerja ke sana (Turki, Red),” tegasnya.

Setija juga menghimbau warga Surabaya tidak mudah terbujuk untuk masuk gerakan radikal seperti ISIS dengan dalih jihad. (sar/yua/awa/jay)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Salah Nama, Terpidana Mati Itu Ajukan PK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler