Antisipasi Putusan MK

Kamis, 21 Agustus 2014 – 07:37 WIB

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) terus melaju dalam tiga hari beruntun. Pada penutupan perdagangan kemarin IHSG naik 24,999 poin (0,484 persen) ke 5.190,167. Sedangkan indeks LQ45 menanjak 5,80 poin (0,66 persen) ke level 886,50.
        
Head of Technical Research PT Trust Securities Reza Priyambada menyatakan, jelang pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini (21/8), IHSG masih mampu menguat.

"IHSG dapat bertahan di zona hijau. Tampaknya pelaku pasar belum terpengaruh jelang putusan sidang MK," ungkapnya kemarin.
       
Positifnya laju pasar obligasi yang diimbangi menghijaunya bursa saham Asia turut menopang penguatan IHSG. Kondisi itu didukung apresiasi bursa Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

BACA JUGA: AirAsia Tambah Penerbangan Rute Balikpapan-Kuala Lumpur

"Sebelumnya telah dirilis data AS antara lain terjaganya inflasi, kenaikan chain store sales, peningkatan angka building permits dan housing starts, serta lainnya," bebernya.
       
Namun imbasnya nilai tukar dolar AS (USD) terus menguat dan berimbas pada melemahnya rupiah. Kurs rupiah kemarin melemah ke Rp 11.707 per USD dibandingkan Rp 11.682 per USD pada penutupan sebelumnya (kurs tengah BI). Pelaku pasar masih mencermati rilis data tersebut karena dinilai dapat memicu Bank Sentral AS (The Fed) segera menaikkan suku bunga.
       
Selain itu, sentimen meredanya ketegangan Rusia dan Ukraina dan di beberapa wilayah lainnya masih berimbas positif pada laju bursa Asia. "Menguatnya ekspor Jepang yang dibarengi turunnya angka impor masih direspons positif pelaku pasar," imbuhnya.
       
Pada perdagangan hari ini, Reza memerkirakan IHSG berada pada rentang support 5.160-5.182 dan resistance 5.200-5.215. IHSG mampu bergerak melampaui target resistance (5.173-5.188) seiring maraknya aksi beli.

"Target support dan resistance yang kami ajukan dengan asumsi kondisi pasar dapat berjalan normal tanpa terpengaruh hasil MK," ulasnya.
       
IHSG berpeluang bergerak variatif cenderung melemah tipis seiring wait and see pelaku pasar terhadap keputusan MK. Investor asing kemarin memborong saham dengan pembelian bersih (foreign net buy) Rp 515,5 miliar. Bursa Asia pada perdagangan kemarin mayoritas menguat.

BACA JUGA: Harus Bebas dari Mafia Migas, Dirut Pertamina Didesak dari Luar

Indeks Straits Times naik 7,22 poin (0,22 persen) ke 3.323,65. Indeks Nikkei 225 melejit 4,66 poin (0,03 persen) ke 15.454,45. Indeks Hang Seng menanjak 36,81 poin (0,15 persen) ke 25.159,76. Indeks Composite Shanghai turun 5,12 poin (0,23 persen) ke 2.240,21. (gen/oki)

Rekom:

BACA JUGA: EMTK Lepas Sebagian Saham SCTV

PGAS         Perusahaan Gas          5.900           5.875          5.975
BBRI          Bank BRI                       11.025        11.000        11.100
MNCN       Media Nusantara           2.930           2.920         2.975
SMRA        Summarecon Agung    1.395           1.385          1.415

BACA ARTIKEL LAINNYA... Awal Pekan Minim Sentimen Positif


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler